Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Desember 2020

Nyalakan semangatmu !


Hai sahabat, bagaimana kabarnya? Semoga sehat dan baik selalu ya. Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini memang sangat berpengaruh bagi perekonomian nasional, yang berdampak kepada kondisi ekonomi warga negaranya. Banyak sektor ekonomi yang mengalami perlambatan, atau bahkan runtuh karenanya. Namun di sektor lain, yang bisa membaca peluang dengan baik, justru menunjukkan pertumbuhan yang baik sekali.

Tidak bisa ditutupi, bahwa gelombang PHK juga sering kita baca beritanya, atau bahkan sahabat sendiri mengalaminya. Kalau iya, mohon bersabarlah. Karena dengan itu kita masih bisa bertahan. setelah itu tetap ihktiar dan berdo'a, agar Allah subhanahu wata'ala membukakan pintu rejeki kita dari tempat yang lain.

Bersabar membuat kita mampu menerima ketetapan Allah ini dengan baik. Bersabar untuk menjaga semangat kita tetap tumbuh dan menyala, untuk tetap berikhtiar mengejar rejeki yang dihamparkan-Nya di muka bumi ini.

Semangat inilah yang harus kita jaga. Semangat akan menambahkan optomisme dan etos kerja untuk memberikan yang terbaik. Semangat itu menular ! menular kepada orang-orang di sekitar kita. Semangat adalah "virus" baik yang mampu menjangkiti orang lain. Semangat akan membuka mata kita, betapa besar rejeki yang terhampar di depan kita. Kejar, tangkap, dan kemudian berbagilah.

Tetap semangat dan semoga sukses selalu ya!

Kamis, 30 Januari 2020

Bangkitlah, wahai semangat!


Bismillaahirrahmaanirraahiim.

Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga selalu berada dalam semangat yang menggebu-gebu dalam mengejar cita-cita ya... Yach, dengan semangat kamu bisa bahagia saat menikmati proses menuju kesuksesanmu. Dengan bahagia, kamu nggak merasa capek, kemudian menyerah di awal perjuanganmu. Keep the spirit, always on fire yeach!!!

Bahwasannya semangat itu bisa naik, bisa juga turun, tergantung mood, tergantung keadaan, tergantung peristiwa, tergantung kita sendiri…dan tergantung oleh yang lainnya..

Saat semangat turun, akan membuatmu loyo, seakan-akan sudah tidak bisa berpikir lagi mencari solusi, mencari alternatif ikhtiar,  cita-cita seperti pergi menjauh… Apa yang biasa kamu lakuakn, ketika semangatmu sedang menjauh dari dalam dirimu?


Tuliskan pendapatmu di komentar ya.. tentunya akan bermanfaat bagi teman lain yang membaca komentarmu itu…

Sukses ya!

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:


Rabu, 29 Januari 2020

Ini yang akan membuatmu berhasil di dunia kerja!

Bismillaahirrahmaanirraahiim.

Hai...apa kabar? Semoga kebaikan menghampirimu setiap waktu. Kebaikan yang membuatmu bersyukur atas nikmat pekerjaan yang kamu miliki saat ini. Seberat apapun beban kerjamu yang kamu rasakan akhir-akhir ini, percayalah, jauh lebih berat lagi beban yang harus dipikul dan dirasakan teman-temanmu yang hingga saat ini belum mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga : Cara Terbaik Menghadapi Hidup Yang Stuck

Kemampuan bersyukur adalah salah satu nikmat, yang harus kita gapai, dengan cara merubah mindset kita dalam memandang suatu masalah. Ambil contoh seperti ini, ketika kamu mendapatkan penolakan dari salah seorang customer, kamu bisa saja memandangmu sebagai sebuah kegagalan dan kerugian,

sehingga membuatmu merasa lelah dan kesal, tidak bersemangat, sehingga justru akan menurunkan produktifitas kerjamu, yang akhirnya membuatmu ditegur atasanmu, kemudian kamu semakin larut dalam kesedihan dan ketidakberdayaan, sehingga setiap hari ketika akan berangkat bekerja, bagaikan berangkat menuju neraka. Akhirnya bisa jadi kemudian kamu dikeluarkan dari tempatmu bekerja... Bagaimana, apakah akhir seperti itu yang kamu harapkan? 

Baca juga : Tantangan Anak Muda Indonesia Capai Puncak Karier Menurut Para Leader

Atau sebaliknya, ketika customer menolakmu, kamu anggap ini justru menguntungkanmu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktumu untuk menghubunginya lagi, kamu bisa lanjut mengunjungi customer lainnya, dan belajar dari ketidakberhasilan sebelumnya, itu terus kamu lakukan, sehingga cepat ataupun lambat kamu akan mendapati customer yang mau membeli produkmu, produktifitasmu meningkat, semangatmu bangkit, berangkat ke tempat kerja penuh antusias, atasanmu senang, teman kerjamu ikut senang, insentif didapat, dan jenjang promosi pun ke depannya akan lebih mudah diraih.
So, apa pilihanmu hari ini? Tolong tulis di kolom komentar ya...agar yang lain bisa ikut belajar dari kamu...

Sukses selalu ya !

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Selasa, 28 Januari 2020

Selamat datang masalah.. I'm not afraid !


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Selamat datang di blog ini, entah bagaimana kamu bisa sampai ke sini, itu bukanlah hal yang kebetulan. Ada kehendak ilahi yang menuntunmu ke sini. Harapan saya, kamu mendapatkan manfaat dan hadir berkunjung kembali ke blog ini, saat kamu membutuhkannya.

Apapun masalah yang kamu hadapi saat ini, saya tidak akan berkata, ada rencana indah dari Tuhan untukmu saat ini, dan semuanya akan baik-baik saja. Tidak. Tapi saya justru mengucapkan selamat. Tidak semua orang punya masalah seperti yang kamu alami saat ini. Masalah tiap orang beda-beda. Sesuai kadar kemampuannya untuk menerimanya. Sesuai dan sepadan dengan hasil yang akan dicapai bila berhasil melaluinya dengan baik.

Masalah yang dihadapi seorang Kepala Negara, tentu berbeda dengan masalah yang dialami oleh Kepala Sekolah, ataupun Kepala Rumah Tangga. Sesuai dengan kapasitasnya.

Seberat apapun masalahmu, serumit apapun yang harus kamu hadapi, seseram apapun tantanganmu, bagaimana caramu memandangnya kemudian meresponnya, itu jauh lebih berharga dan bernilai, untuk kenaikan kelasmu.
Pilihan terbaiknya adalah bersyukur bahwa kamu sudah diingatkan Tuhan dan diuji dengan masalah ini. Mintalah bimbingan dan tuntunanNya, mintalah kekuatan untuk menjalaninya, mohonlah ketawakalan atas apapun hasilnya. Tawakal ini akan membuatmu bertahan. Membuatmu kuat. Menjadikanmu perkasa menghadapi ujian berikutnya.



Jadi, ucapkanlah: “selamat datang masalah. Aku bersyukur kamu hadir. Aku tidak takut.  Ada Tuhan Maha Besar dan Bijaksana yang akan menuntunku melewatimu dengan mulus…”

Selamat berjuang dan sukses selalu ya!

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Minggu, 23 Juni 2019

Talent ‘T’ Penguasa Masa Depan Dunia Kerja? Siapa Mereka?

Salah satu perdebatan yang sering muncul di kalangan profesional saat ini adalah siapa talent yang akan lebih menguasai pangsa kerja di masa depan. Apakah itu orang-orang generalis atau spesialis?

Generalis adalah mereka yang memiliki beberapa skill serta memahami berbagai hal dalam satu bidang atau lebih. Misalnya saja seorang tukang kayu yang bisa membetulkan pipa bocor atau atap yang bocor. Atau seorang marketer yang dapat menguasai beberapa platform pengiklanan dari mulai sosial media, televisi hingga platform iklan jenis lain.

Orang-orang dengan tipe generalis tersebut sangat cocok dengan tipe ekonomi freelance atau jenis pekerjaan yang tidak terikat. Akan lebih mudah bagi mereka untuk memasarkan  diri mereka. Hanya saja, si generalis memiliki kelemahan bahwa ketika mereka bisa melakukan segala hal, mereka tidak memiliki keterampilan mendalam dalam satu bidang. Dikarenakan telah mempelajari banyak hal, kemungkinan untuk menguasai suatu keterampilan secara mendalam dan keseluruhan menjadi lebih kecil.

Baca juga: Agar Lolos Wawancara Kerja, Jangan Lakukan 4 Hal Ini

Sebaliknya, kaum spesialis adalah mereka yang sangat fokus pada satu bidang dan menguasai bidang tersebut dengan sangat baik. Beberapa contoh tipe spesialis ini antara lain ahli kelistrikan atau programmer. Keuntungan yang diperoleh apabila Anda merupakan tipe spesialis adalah Anda bisa menciptakan personal brand yang akan dengan mudah dikenali orang lain. Sehingga ketika seseorang mendapatkan sebuah masalah dan memerlukan solusi terpercaya, ia akan langsung mengingat nama spesialis ini.

Namun, tipe ini pun memiliki kekurangan. Misalnya saja ketika mereka dihadapkan pada jenis pekerjaan yang membutuhkan lebih dari sekedar keahlian khusus, tetapi pemahaman terhadap keseluruhan tema dalam bidang yang sedang dikerjakan. Menguasai satu jenis keahlian secara mendalam memang dapat membuka beberapa kesempatan. Namun, di sisi lain juga menjadi limitasi karena harus fokus pada satu area saja.

Lantas jika dibandingkan, mana yang lebih unggul dalam persaingan tenaga kerja di masa mendatang? Ternyata bukan salah satu di antara keduanya. Dan untuk memenangkan persaingan, setiap orang harus dapat memadukan keduanya.

Menjadi talent yang berwawasan dan juga ahli dalam satu bidang, layaknya huruf ‘T’. Garis atas horizontal pada huruf T melambangkan pengetahuan yang luas sedangkan garis vertikal melampangkan kedalaman keterampilan yang dimiliki. Tipe karyawan ini disebut sangat ideal karena mereka memiliki basis yang kuat tentang pengetahuan secara general. Di sisi lain, ia juga memiliki keterampilan yang mumpuni untuk memberikan sebuah solusi terhadap suatu masalah. Sangat penting bagi kita untuk disiplin dan fokus sehingga diri makin berkembang dan kemampuan semakin bertambah.

Masa depan dari dunia kerja tentunya akan menghadirkan perubahan baik itu secara drastis mapun dalam batas wajar. Namun, dengan bekal kemampuan terpola huruf T tersebut, seorang talent tidak perlu lagi khawatir akan kalah dalam persaingan.

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Jumat, 21 Juni 2019

10 Kata Bijak tentang Kebersamaan Ini Bagus untuk Bangun Team Work

Kebersamaan adalah aspek yang sangat penting dalam kehidupan kita. Kebersamaan (togetherness) mampu mempersatukan kita, memberikan kita keamanan, dukungan dan juga perasaan saling memiliki satu sama lain. Selain itu, kebersamaan pula yang dapat menumbuhkan rasa cinta kepada orang lain di sekitar kita.

Richard Branson mengungkapkan bahwa kebersamaan adalah sesuatu yang harus dijiwai oleh setiap karyawan di Virgin Group. Ia juga menyampaikan bahwa seluruh warga Virgin adalah keluarga. Dalam sebuah kesempatan, ia membeberkan 10 kata bijak (quotes) yang memotivasi.

10. Jika Anda ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Tetapi jika Anda ingin berjalan jauh, maka berjalanlah bersama-sama.

9. Bersama-sama adalah sebuah awal, menjaga kebersamaan adalah sebuah perkembangan dan bekerja bersama adalah sebuah kesuksesan.

Baca juga: Ini Work Life Balance ala Bos Virgin Air

8. Mimpi yang Anda cita-citakan sendirian adalah sekedar mimpi. Sedangkan sebuah mimpi yang Anda cita-citakan bersama adalah sebuah realita.

7. Saya bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa Anda lakukan. Anda bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa saya kerjakan. Bersama-sama, kita dapat melakukan hal-hal yang hebat.

6. Anda bisa saja memiliki ribuan orang hebat. Tetapi jika mereka tidak dapat berkerja bersama-sama, hal itu tidak berarti banyak.

Baca juga: 5 Pertanyaan yang Membuat HRD Terkesan Saat Wawancara Kerja

5. Sesuatu yang besar adalah gabungan dari hal-hal kecil yang dikerjakan bersamaan.

4. Tidak ada satu orang pun di antara kita yang lebih pintar dari kita semua.

3. Dibutuhkan dua pemantik untuk membuat api.

2. Sebuah anak panah akan dapat dengan mudah dipatahkan. Sepuluh anak panah yang diikat menjadi satu, sulit sekali untuk dipatahkan.

1. Apa yang mendefinisikan siapa kita, tidak ada artinya dibandingkan apa yang menyatukan kita.

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Kamis, 20 Juni 2019

Cara Terbaik Memperbaiki Hidup Yang Stuck

Artikel ini saya peroleh dari blog yang apik banget, yakni Blog Strategi + Manajemen  , recommended untuk rutin dikunjungi. Selamat membaca artikel ini: 

Nasib Hidupmu Stuck Karena Anda Gagal Lakukan Dua Langkah Ini !!!

Dalam artikel yang kita ulas tiga minggu lalu, kita telah mengulas tentang kenapa sebagian orang yang stuck cenderung akan stuck selamanya. Nasib muram seolah menjadi teman setia yang menyertainya hingga waktu yang amat panjang.

Kenapa orang yang nasibnya stuck akan cenderung stuck selamanya?

Sebab mereka terpelanting dalam jebakan inertia syndrome dan terkapar dalam kutukan loser effect.

Inertia syndrome seperti yang telah kita ulas adalah sejenis resistensi atau kemalasan dalam diri kita sebagai manusia untuk memulai sebuah perilaku baru, dan keluar dari comfort zone yang ada selama ini. Kita cenderung lebih menyukai kondisi kenyamanan yang selama ini kita jalani.

Sementara loser effect adalah fenonema ketika kegagalan pertama yang kita alami, akan memunculkan rentetan kegagalan berikutnya. Kenapa? Karena kegagalan pertama akan menghancurkan rasa percaya diri kita, dan juga modal yang mungkin kita miliki.

Dan saat rasa percaya diri goyah, sementara sumber daya finansial makin tergerus, Anda akan amat mudah tenggelam dalam stagnasi yang berkepanjangan.

Rasa trauma akan kegagalan, rasa kecewa karena harapannya tak jadi kenyataan, serta rasa sedih karena mengalami kerugian waktu dan finansial yang tidak sedikit; membuat kita menjadi sulit untuk bangkit. Akhirnya, kita merasa hidup kita stuck dalam kisah kelam nan perih.

So what? Apa yang layak dilakoni agar kita bisa menghindar jebakan inertia sydnrome dan kutukan loser effect?

Ada dua solusi yang kiranya layak dipertimbangkan. Mari kita bedah satu demi satu.

Solusi #1 : Start Small. Massive Action is Wrong Advice.
Selama ini ada sejumlah motivator yang tidak berbasis science yang suka mengajurkan kalimat seperti ini : jika Anda ingin mengubah nasib hidup Anda, maka lakukan massive actions. Take massive actions. Ini nasehat yang salah sebenarnya.

Studi-studi saintifik (based on science) menunjukkan perubahan perilaku dan nasib hidup Anda justru akan jauh lebih mungkin sukses jika Anda mengawalinya dengan small steps. Tagline yang digunakan disini adalah : take simple action and small steps.

Dengan kata lain, impian heroik untuk mengubah nasib itu mesti di-breakdown menjadi satuan langkah kecil yang mudah dilakukan.

Contoh dulu saya punya keinginan membangu blog bisnis yang legendaris. Kelihatannya sangat heroik dan butuh massive actions. Kenyataannya tidak. Saya hanya memulai dengan langkah kecil yang sederhana. Yakni saya cukup bisa menulis 500 kata per minggu saja agar bisa selalu update tiap Senin pagi.

Contoh lain lagi : tempo hari ada follower saya yang bilang memulai usaha jualan cake coklat dengan langkah awal yang simpel. Dia iseng membuat cake dan lalu membagikannya saja sama teman dan saudara untuk mencobanya. Ternyata banyak yang suka. Lalu pelan-pelan dia bikin akun Instagram, dan terus lakukan langkah-langkah kecil sederhana : rajin upload, belajar resep baru, dst, dst.

Contoh lain lagi bagi yang ingin langsing : misal alih-alih berambisi untuk membentuk perut six packs dan lalu bertekad melakukan massive actions, maka lebih baik lakukan langkah yang sangat simpel mulai besok, yakni : cukup lakukan push up satu kali saja. Ya cukup satu kali saja per hari.

Start small actions dan simple steps memiliki dua manfaat dramatis.




Yang pertama, ingat, kita semua itu cenderung malas melakukan action baru, apalagi yang ribet dan rumit. Kita maunya yang mudah dan simpel saja. Mengambil small action adalah “motivation hack” untuk mengalahkan inertia syndrome dalam diri kita, agar kita mau bergerak.

Sebab small action yang dilakukan tetap lebih berharga dibanding rencana melakukan massive actions yang cuma omong doang.

Manfaat kedua, start small juga akan membuat risiko kegagalan menjadi lebih mudah diterima. Ini berlaku jika misalnya Anda ingin memulai bisnis sendiri.

Tak jarang sejumlah orang bernafsu langsung menjadi besar saat memulai usaha. Dia lalu menanamkan modal yang sangat besar. Langkah yang amat berisiko. Sebab jika gagal, dia akan menanggung kerugian yang sangat banyak, dan bisa bikin bangkrut seketika. Loser effect akan terjadi.

Memulai usaha dengan skala dan modal yang relatif kecil, akan membuat risiko kerugian bisa dikendalikan dengan baik. Artinya kalaupun gagal, kita tidak akan bangkrut. Kita masih punya amunisi lain yang bisa digunakan untuk bangkit dan melakukan perbaikan diri agar lebih berhasil.

Solusi #2 : Buat Implementation Plan. Just Do It adalah Slogan yang Keliru
Selama ini juga suka ada nasehat, jika Anda ingin mengubah nasib menjadi lebih baik, maka Just Do It. Nasehat ini meminjam tagline iklan Nike yang terkenal.

Sayangnya, berdasar riset-riset dalam science of human behavior, slogan Just Do It adalah slogan yang keliru dan tidak efektif untuk melakukan perubahan perilaku.


Maksudnya, saat Anda punya impian untuk mewujudkan sesuatu, dan kemudian dalam hati cuma bilang : Let’s do it, maka hampir pasti impian itu tetap akan jadi fantasi. Dan tidak akan pernah menjelma menjadi action nyata.

Jadi begini. Dalam beragam riset tentang behavior change, kita akan tergerak untuk melakukan aksi nyata jika :

1) action plan-nya dibreakdown menjadi small steps, seperti yang telah kita uraika diatas. Tetapkan langkah awalan yang kecil dan mudah dilakukan.

2) yang kedua ini juga sangat penting, yakni kita juga harus menetapkan kapan, di mana dan bagaimana small action itu akan dijalankan. Para penelitinya menyebutnya sebagai “Implemention Intention Plan”.

Aspek yang kedua ini sangat krusial, sebab berdasar riset, terbukti akan mampu mendorong Anda untuk benar-benar melakukan rencana action yang mau dijalankan.

Misal : saat ini saya punya personal project yang rada ambisius, yakni ingin menulis 30 buku bisnis berkualitas dalam lima tahun ke depan. Sebuah ambisi yang cukup heroik. Sejak tahun lalu, saya selalu hanya bilang dalam hati : Let’s Do It. Tapi ternyata nggak jalan-jalan. Realisasinya nol besar.

Lalu sejak awal tahun ini saya menerapkan Implemention Intention Plan yang spesifik. Isinya : setiap hari, mulai jam 7 pagi sampai jam 8.30, saya akan menulis 1000 kata. That’s it.

Demikianlah, setiap hari, sebelum bekerja dengan klien (rata-rata saya mulai meeting dengan klien jam 9 pagi), maka saya akan nongkrong di sebuah kafe, dan lalu membuka laptop, dan lalu menulis 1000 kata. Saya melakukan langkah ini tiap hari.

Sebuah langkah kecil jika dilakukan terus menerus pasti akan dramatis juga efeknya. Sedikit demi sedikit, lama-lama akan jadi bukit, begitu pepatah lama bilang.

Saya percaya dengan pepatah lama itu. Kalau saya bisa menulis 1000 kata per hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, maka Insya Allah dalam 5 tahun saya akhirnya akan bisa menerbitkan 30 buku bisnis yang semoga menjadi karya yang legendaris (bentuknya buku fisik dan akan dijual di Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan toko-toko buku di seluruh Indonesia).

POINNYA adalah : impian Anda yang indah itu harus dipecah dalam satuan small action yang konkrit. Lalu tetapkan rencana tindakannya secara spesifik : kapan, dimana, dan bagaimana Anda akan melakukannya. Penelitinya bilang, small action ini akan makin bagus jika dilakukan secara berulang dan menjadi habit.

Misal : Anda ingin belajar tentang ilmu Facebook Ads, maka tetapkan small action yang spesifik. Misal : tiap pagi jam 7 saya akan belajar dan praktek tentang FB Ads cukup selama 20 menit saja. Atau contoh lain : saya akan baca buku bagus tentang FB Marketing setiap habis Maghrib, cukup selama 15 menit saja.

Kuncinya adalah : mulailah dari langkah kecil yang simpel dan sederhana. Lalu tetapkan jadwal pelaksanaannya secara spesifik, dan lakukan dengan rutin. Cara ini pelan-pelan akan mampu menciptakan efek dramatis bagi perubahan nasib hidupmu.

DEMIKIANLAH, dua solusi ringkas yang layak dijalankan untuk melawan sindrom inertia dan kutukan loser effect.

Start small action. Bukan massive action. Temukan action yang kongkrit dan sangat mudah dilakukan. Memulai usaha dengan skala dan modal kecil juga akan menurunkan risiko terkena kutukan loser effect.

Kemudian jangan terlalu percaya dengan slogan Just Do It. Susun implemention intention plan yang spesifik dan konkrit : di mana dan kapan saja Anda akan melakukan small actions itu. Lalu jadikan action ini sebagai habit baru.

Lakukan dua solusi itu, and see you at the TOP.

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Minggu, 21 April 2019

Malas Kerja Usai Libur Panjang? Contek Tipsnya Biar Semangat Lagi

Sebenarnya ada tips yang bisa dicontek untuk kamu yang malas kembali bekerja akibat vocation blues. Penasaran? Berikut tipsnya seperti dikutip inc.com

1. Jangan Pulang Mepet dengan Tanggal Masuk Kerja

Setiap orang biasanya butuh waktu untuk kembali ke rutinitas biasanya. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika menyisihkan waktu sehari atau dua hari di rumah lalu kembali bekerja. Waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk bersantai di rumah atau sekadar bersih-bersih. 

2. Buat Prioritas
 Sebelum kembali bekerja lebih baik juga menuliskan prioritas dan rencana terlebih dahulu. Kamu bisa memulainya dengan rencana yang belum terlaksana sebelum liburan. Dengan to do list ini akan membantu membangkitkan kepercayaan diri karena kamu terbukti sudah maju selangkah. 

Baca juga: Farrah Gray, Miliuner Panutan Pengusaha Muda Sedunia

3. Bawa Souvenir Sehabis Liburan 

Souvenir adalah salah satu barang penuh memori yang membantumu untuk kembali mengingat betapa membahagiakannya kenangan tersebut. Psikolog Professor Sonja Lyubomirsky mengatakan bahwa barang yang dibawa pulang sehabis liburan bisa membuat kebahagiaan tersendiri. Tentu saja, energi kebahagiaan bisa bermanfaat untukmu memulai pekerjaan. 

Nah, bagi kamu yang masih kelelahan pascaliburan dan belum siap juga buat bekerja kembali, kamu bisa memanfaatkan layanan Grab seperti GrabBike dan GrabCar untuk mengantarmu ke kantor. Sementara kamu juga bisa memaksimalkan layanan GrabFood untuk mengantar makanan favorit ke kantormu. 

Mustiana Lestari 
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Senin, 04 Februari 2019

Saran dari Jack Ma untuk Millenial yang Suka Pindah-pindah Pekerjaan

Sebagai salah satu orang terkaya dan sukses mengembangkan bisnisnya, setiap saran dari Jack Ma tentu patut didengarkan. Beberapa waktu lalu bos Alibaba tersebut mengungkap opininya mengenai millennial yang sering pindah-pindah pekerjaan. Meski tak selalu salah, terlalu sering keluar-masuk perusahaan juga kurang bagus apalagi untuk awal karier. Begini saran dari Jack Ma. 

Jack Ma mengungkap tips untuk para millennial yang baru mulai bekerja ketika menghadiri World Economic Forum di Davos, Swiss. 

Ia pun secara gamblang menyatakan bahwa anak-anak muda tidak seharusnya sering pindah perusahaan. Pria asal China tersebut pun menganjurkan agar mereka mencari pekerjaan yang baik sejak awal karier. Apalagi menurutnya pekerjaan pertama adalah yang paling penting.

Baca Juga : Hanya 30 Detik, Kebiasaan Para Wanita Sukses Ini Patut Anda Ikuti

"Kamu seharusnya menemukan bos yang baik yang bisa mengajarkanmu menjadi seorang manusia, bagaimana melakukan hal-hal dengan baik, bagaimana melakukan hal-hal dengan pantas. Dan bertahanlah di sana. Berikan dirimu sendiri sebuah janji: Aku akan bertahan untuk tiga tahun," kata Jack Ma. 

Pria 54 tahun itu pun menekankan bahwa besar kecil atau prestis tidaknya sebuah perusahaan tidaklah terlalu penting. Yang penting adalah bagaimana anak-anak bisa belajar dan berkembang di perusahaan tersebut. 

Baca Juga : Hindari Mengucapkan 3 Hal Ini Jika Ingin Cepat Naik Gaji

Jack Ma sendiri bertahan hingga enam tahun untuk pekerjaan pertamanya sebagai dosen bahasa Inggris di universitas. Sebelumnya lulusan sebuah institut pengajar Hangzhou tersebut memang sudah berjanji pada presiden universitas untuk bertahan beberapa waktu dan menepati janji tersebut meski banyak tawaran menarik datang. 

Jack Ma pun mengungkap bagaimana ia belajar menjadi guru yang baik hingga berkomunikasi dengan para mahasiswa. Hal tersebut pun menjadikannya 'tenang'. Enam tahun kemudian, Jack Ma keluar dan meluncurkan bisnisnya sendiri yakni Alibaba. Tahun lalu perusahaan tersebut bernilai $420 juta atau Rp 5,8 triliunan meski mengaku akan turun sebagai executive chairman di 2019.

"Aku melihat banyak bencana, banyak masalah. Ketika kamu berusia 20an, kamu tidak tahu apa yang kamu lakukan. Kamu punya banyak ide. Kamu berpikir kamu bisa melakukan apapun. Tapi sebenarnya kamu tidak bisa melakukan apapun," ungkap Jack Ma yang menilai jika anak muda lebih baik belajar dulu dari mentor dan bos yang sudah berpengalaman.

Rahmi Anjani 
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Rabu, 11 April 2018

8 Rahasia untuk Mencapai Karir yang Sukses

Kesuksesan butuh usaha yang tidak bisa datang bak sulap dan secepat kilat. Ada proses dan perjuangan keras untuk meraihnya. Namun, Kamu tak perlu takut dan pantang menyerah untuk mengejar kesuksesan. Nah, bagi Kamu yang ingin sukses dalam karir, inilah rahasia yang mungkin bisa mulai kamu terapkan. 

1. Izinkan dirimu untuk gagal 
Kegagalan memang menyakitkan tetapi sebenarnya adalah jalan menuju kesuksesan. Chanie Wilschanski, seorang pelatih kepemimpinan untuk anak usia dini, berkata, memaksa diri untuk keluar dari zona nyaman akan membantu kita mengembangkan keterampilan baru dan mendorong kita untuk mengambil lebih banyak risiko. "Kamu perlahan mulai merasa lebih nyaman dengan proses 'gagal maju' ini. Kamu mungkin tidak akan menang tetapi Kamu masih terus melangkah maju," ucapnya.
 
Berjanjilah pada diri sendiri sekali dalam seminggu, Kamu akan mencoba sesuatu yang baru, sehingga Kamu tidak takut akan kegagalan. Misalnya, cobalah kesampingkan sifat introvertmu dan bergabunglah dengan rekan kerja lainnya untuk makan siang. Yah, Kamu bisa melakukannya setidaknya sekali saja dalam seminggu. Kamu juga bisa mencoba bertanya pada atasan tentang tugas tertentu yang bisa kamu kerjakan. "Jika usahamu tidak berhasil, coba pandang ini sebagai jalan terbukanya kesempatan kedua bukan sebuah kegagalan," kata Wilschanski. 

Baca Juga : Hanya 30 Detik, Kebiasaan Para Wanita Sukses Ini Patut Anda Ikuti

Begitu Kamu menerima bahwa hasilnya mungkin tidak seperti yang Kamu harapkan, Kamu akan memiliki kebebasan untuk mencoba hal-hal baru. Bahkan mulai berkembang di area yang dulu merupakan kelemahan dalam dirimu. 

2. Mintalah bantuan rekan kerja sebelum atasan 
Ketika Kamu menemukan tugas yang sangat berat, mungkin Kamu akan langsung berpikir untuk langsung meminta bantuan atasan. Namun, sebaiknya Kamu meminta ide dari rekan kerja terlebih dahulu sebelum meminta saran dari atasanmu. Setelah itu, baru Kamu ajukan ide tersebut pada atasanmu. Cara ini akan membuatmu mengenali kekuatan rekan kerjamu dan menambah kekompakan dalam tim. Ini juga akan menambah nilaimu di mata atasan. "Saat ada promosi, Kamu berada di 'radar' bosmu sebagai seseorang yang pekerja keras dan pekerja hebat," kata Wilschanski. 

3. Ramah terhadap rekan kerja 
Rekan kerja bukanlah pesaing tetapi mereka adalah timmu. Bekerja dengan tim mendorong orang lain untuk melangkah maju sebaik mungkin, membawa ide yang lebih baik dan hari kerja yang lebih menyenangkan. "Ini memberi bos banyak kegembiraan. Perusahaan merasa berbeda saat pekerjanya saling bersahabat," ucap Wilschanski. Sebagai permulaan, menurut Wilschanski, sebisa mungkin Kamu harus menjaga perkataan yang tak sopan. Lalu, Kamu bisa mencoba mengajak rekan kerjamu untuk makan siang bersama atau menawarkan bantuan saat ada rekan kerja yang kesusahan. Baca: Orang yang Semangat Bangun Pagi Lebih Sukses 

4. Jangan takut terlihat lemah 
"Alasan orang takut meminta pertolongan adalah mereka takut terlihat tidak kompeten," kata Wilschanski. Jika Kamu terjebak dalam kesulitan, meminta bantuan bisa menjadi satu-satunya cara untuk melangkah maju. Untuk mendapatkan dorongan tanpa merasa lemah, coba hampiri rekan kerja atau atasanmu dengan sejumlah solusi dan bukan hanya memberikan pertanyaan. "Lakukan semua pekerjaan yang Kamu bisa sebelum meminta pertolongan dan siapkan beberapa gagasan untuk menunjukan pemikiran kreatifmu," kata Wilschanski.

5. Memberi ide saat rapat 
Jika Kamu seorang introvert, Kamu mungkin benci untuk menyatakan pendapat saat rapat. Gugup saat berbicara di depan banyak orang itu wajar. Tapi, jangan sampai rasa gugup itu menghalangi semua ide brilian dalam kepalamu. "Orang paling pendiam biasanya memiliki gagasan paling cemerlang," ucap Wilschanski. Nah, agar mempermudah dirimu saat mengajukan pendapat, Wilschanski menyarankan agar Kamu meminta bantuan temanmu untuk membuat sesi atau menyediakan waktu agar kamu bisa mengungkapkan ide-idemu. Misalnya, jika Kamu sedang dalam rapat untuk mendiskusikan sebuah proyek yang sangat Kamu minati, mintalah rekan kerja tersebut untuk mengatakan bahwa Kamu memiliki ide cemerlang di hadapan semua peserta rapat. Berikan dirimu kesempatan untuk menyiapkan semua hal yang membuatmu terlihat kuat di hadapan banyak orang. 


6. Pelajari bagaimana rekan kerjamu ingin dihargai 
Menunjukkan apresiasi membuat semangat dalam tim semakin meningkat dan mendorong mereka untuk terus bekerja dengan lebih baik. Mengatakan 'terima kasih' adalah sebuah permulaan, namun mengetahui bagaimana setiap orang suka 'diakui' dapat membuatmu menonjol di mata mereka. "Beberapa orang menyukai ketika setiap orang bertepuk tangan untuk mereka dalam sebuah pertemuan, sementara yang lain lebih suka mendengar pujian yang diucapkan secara pribadi," kata Wilschanski. Lalu, jika rekan kerjamu suka diberi pujian secara pribadi, Kamu bisa mencoba memberikannya kejutan kecil seperti memberinya kue sebagai apresiasi atas prestasi yang diraihnya. 

Baca Juga : Hindari Mengucapkan 3 Hal Ini Jika Ingin Cepat Naik Gaji

7. Jangan takut untuk sedikit membual 
Jika Kamu telah bekerja keras untuk berubah menjadi lebih baik, Kamu pasti merasa frustasi saat usahamu ini tidak diakui oleh atasanmu. "Hanya karena manajermu belum memberi selamat kepadamu karena proyek yang Kamu kerjakan telah selesai lebih awal, atau karena melakukan pekerjaan ekstra tidak berarti dia tidak memperhatikannya," kata Wilschanski. Demi memastikan kerja kerasmu tidak luput dari perhatian, coba tunjukan hal tersebut dengan cara yang sopan. Buatlah kerja kerasmu terlihat dengan mengatakan, proyek yang Kamu kerjakan benar-benar sulit. Lalu, sebutkan betapa bangganya dirimu terhadap apa yang telah Kamu lakukan untuk menyelesaikan proyek tersebut. "Kamu harus membalikan situasi untuk meraih keunggulan dan tunjukkan pada bos-mu apa yang sudah kamu lakukan," kata Wilschanski. Atasanmu akan senang dengan kerja kerasmu, dan kemungkinan akan berterima kasih atas usaha ekstra tersebut. 

8. Sering melakukan "brainstorming" 
Jika Kamu seorang atasan dan ada seorang karyawan yang datang menghampirimu untuk meminta pertolongan, mintalah dia melakukan brainstorming sebelum Kamu mendiskusikan solusinya. Tanyakan kepada karyawan tersebut apakah dia punya ide. Jika jawabannya tidak, mintalah orang tersebut untuk memikirkannya dan tinggalkanlah ruanganmu dengan alasan Kamu akan membuat secangkir kopi. "Meninggalkan ruangan memungkinkan karyawan untuk berpikir karena kehadiran bos bisa sangat menakutkan," kata Wilchanski. Menurut Wilchanski, meminta karyawan untuk 'melenturkan' otak mereka akan membuat seluruh tim lebih pintar dan lebih kreatif. Mintalah mereka mencoba teknik brainstorming untuk mengundang ide baru.

Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Selasa, 10 April 2018

7 Tips Karir Tanpa Peduli Usia

Alih-alih melakoni satu pekerjaan seumur hidup, banyak orang memiliki portofolio dengan beragam karir dengan serangkaian peran dalam jalur karir yang berbeda. Berganti karir telah menjadi norma baru dan orang semakin banyak yang mengubah karirnya, tak peduli berapa pun usianya. Kendati demikian, stereotip pekerja mapan sudah tidak berhubungan lagi dengan dunia lain masih tetap ada. Bagi mereka yang berpikir sekarang saatnya untuk beralih karir, inilah tujuh tips untuk memulainya.
1. Tentukan mengapa Kamu menginginkan perubahan karir. 
Apakah Kamu termotivasi oleh uang? Rekan-rekan yang menyebalkan? Bos yang buruk? Mengejar mimpi? Mendefinisikan motivasi akan membantu dalam menentukan apakah Kamu memerlukan perubahan karir sepenuhnya, untuk memperbaiki masalah. Atau, apakah sebuah peran baru mungkin akan cukup. Ini juga akan membantu mengingat apa yang Kamu cari saat mengevaluasi sebuah tugas dan posisi baru. 

2. Tentukan kembali diri kamu dengan "Kamu yang sesungguhnya". 
Tanyakan pada diri, apa yang kamu sukai, di mana letak kekuatan  dan apa yang memotivasi kamu. Peran apa yang memenuhi nilai-nilai mendasar kamu? 

Baca Juga : Hanya 30 Detik, Kebiasaan Para Wanita Sukses Ini Patut Anda Ikuti

3. Teliti secara seksama industri baru. 
Teliti pekerjaan apa yang ada di luar sana, yang bisa memuaskan diri sejati Kamu. 

4. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin. 
Bicaralah dengan para profesional dari industri yang kamu minati tentang seperti apa tawaran dari pekerjaan dari industri baru yang kamu sasar. Jejaring seperti LinkedIn adalah tempat yang tepat untuk mendapatkan saran semacam itu. 

5. Dapatkan opini luar yang terpercaya Seorang profesional karir berkualifikasi akan dapat membantu Kamu berusaha melewati pilihan-pilihan dan memberikan kerangka kerja untuk melangkah lebih jauh ke depan. 

6. Identifikasi kemampuan yang dapat diaplikasikan.
Sesuaikan resume dan aplikasi Kamu dengan peran baru yang anda inginkan. Ini bisa menjadi tantangan, tapi kuncinya adalah menyoroti keterampilan dan prestasi yang dapat Kamu aplikasikan di bidang yang baru. 

7. Ambil risiko.
Menaklukkan rasa takut akan hal yang tidak diketahui adalah poin yang sangat penting dalam beralih profesi ke bidang karir mana pun. Jika Kamu telah melakukan penelitian dan memastikan Kamu akan berubah karena alasan yang benar, inilah saatnya mengambil lompatan berikutnya. Masa depan pekerjaan itu tidak diketahui. Kualifikasi masih dinilai dan begitu pula pengalaman hidup dan pembelajaran mandiri.  

Baca Juga : Hindari Mengucapkan 3 Hal Ini Jika Ingin Cepat Naik Gaji

Bagaimana menambah keterampilan? 

Pertimbangkan untuk mendaftarkan diri dalam pembelajaran modul formal dan pelatihan kerja, terutama jika kamu mulai masuk ke tingkat pemula. Alih-alih memimpikan peran ideal, bergeraklah meraih karir impian. Kamu tidak harus dipekerjakan sebagai jurnalis untuk menjadi seorang blogger. Kamu tidak perlu mendapatkan pelatihan IT untuk membangun sebuah website. Dengan bantuan teknologi, memperbaharui keahlian tidak pernah semudah sekarang ini. Butuh kualifikasi baru? Daftarkan diri pada kursus online. Kesempatan hanya dibatasi oleh kesediaan Kamu untuk menjangkau mereka. Dan, jika Kamu masih menganggap diri terlalu tua untuk melakukan perubahan karir, lihatlah Ruth Flowers, seorang nenek di Inggris yang berhasil mendapatkan pekerjaan menjadi DJ. 

Bagaimana kalau saya gagal? 
Rasa takut akan kegagalan sering menghentikan langkah kita untuk mencoba. Banyak orang sukses mengalami kegagalan dalam prosesnya, tapi aturan utama kewiraswastaan adalah merayakan kegagalan, karena itu akan membantu kamu memahami apa yang tidak boleh dilakukan. Jika Kamu menginginkan bisnis sendiri, Kamu bisa memulainya dengan waktu sendiri sambil mempertahankan pekerjaan yang ada. Dengan begitu, kamu tidak perlu "kehilangan pendapatan" saat membangun kerajaan baru. Tak tahu harus memilih karir apa Jika Kamu ingin berganti karir namun tak tahu apa yang harus dipilih, maka menemui konsultan karir akan membantu kamu menemukan arah baru. Mereka ahli dalam memahami bagaimana gairah dan atribut Kamu akan mengarah pada karir yang akan membuat Kamu merasa utuh. 

Mereka juga akan memberi tahu langkah-langkah apa yang harus diambil dan berapa lama kemungkinan proses perjalanan itu berlangsung. Jadi mengapa bertahan di tempat Kamu bekerja sekarang, jika tidak membuat hati bahagia? Lakukan tindakan, bicaralah dengan orang-orang yang mengenal kamu, dan habiskan waktu berharga kamu untuk melakukan apa yang kamu cintai.

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Senin, 09 April 2018

Satu Hal Ini yang Bikin Wanita Indonesia Susah Naik Jabatan Jadi Bos

Kedudukan wanita belum bisa dibilang setara dengan pria di dunia kerja. Meski banyak mengalami kemajuan, belum banyak wanita yang menduduki posisi tinggi di perusahaan. Tak selalu karena kurangnya dukungan perusahaan atau keluarga, kadang-kadang hambatan wanita dalam mengejar karier datang dari diri sendiri. Menurut para leader, ada satu hal yang sering jadi penghalang mereka naik jabatan yakni mental block.

Hal tersebut disampaikan Sandi Witomo selaku General Manager Adis Dimension Footwear dalam diskusi panel yang diselenggarakan Accenture. Dalam acara
yang digelar Jumat, (23/3/2018) tersebut, Sandi berpendapat jika wanita sering terhalang oleh pikirannya sendiri bahwa mereka tidak bisa melakukan lebih. Sebagai pemimpin di perusahaan dengan banyak pekerja wanita, ia mengaku jika mindset adalah salah satu penghambat mereka mengejar karier.

"Mental block menjadi challenge terbesar mereka. Harus di-encourage untuk mengubah mindset bahwa mereka bukan hanya bisa tampil apa adanya tapi juga lebih baik lagi kalau ada kemauan. Mereka umumnya sudah ada kemampuan tapi bagaimana supaya meningkat," ungkap Sandi.

Baca Juga : 7 Tanda Kamu Calon Orang Sukses yang Mungkin Tak Disadari

Hal tersebut ternyata disetujui para pemimpin lainnya yang hadir dalam panel. Menurut Sripeni Inten Cahyani, wanita sering merasa cukup sehingga tidak terlalu berambisi mengejar karier. "Wanita sering menyasar (untuk bekerja) BUMN karena nyaman dan penghasilannya cukup. Tapi akhirnya prestasinya so so karena nggak ada ambisi padahal tidak ada hambatan," kata President Director PT Indonesia Power itu. 

Ketika ditawarkan posisi tinggi, banyak wanita yang juga merasa tidak mampu. "Waktu saya mencari general manager bahkan ada yang harus dipaksa. Saya harus meyakinkan bahwa dia mampu. Caranya pun melingkar. Saya jelaskan bahwa ini bukan masalah gender tapi kompetensi," tambahnya.

President Commissioner PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Dr. Hendri Saparini menemukan hal serupa. Menurutnya, wanita memang masih punya banyak 'PR' terutama dalam hal mindset terkait mengejar karier. Ia pun menyarankan agar wanita berani mengambil kesempatan. "Ambil kesempatan dan gunakan teknologi, kita berinisiatif adalah cara untuk mendorong keberagam gender," tuturnya.

Baca Juga : Bagaimana Cara Mencapai Level Mengagumkan?

Keengganan wanita dalam mengejar karier juga dirasakan Tiffany Robyn Soetikno yang merupakan COO PT. Global Urban Esensial. Millennial yang telah menjabat sebagai co-founder beberapa startup ini menemukan jika beberapa wanita kurang ambisius dalam mengejar karier. 

"Cowok lebih ambisius dan punya target dan passion. Biasanya perempuan cari kerja yang secure jadi mereka nggak shine bright dan nggak peduli posisi tinggi atau nggak. Banyak yang ingin fulfilling role as a woman sebagai good mother atau goodwife," tutur co-founder aplikasiTemanBumil, GueSehat, dan owner Go Apotik ini.

Rahmi Anjani 
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Nyalakan semangatmu !

Hai sahabat, bagaimana kabarnya? Semoga sehat dan baik selalu ya. Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini memang sangat berpengaruh bagi ...