Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Juni 2019

Cara Menemukan "Passion" dalam Karier

Masih bingung menemukan passion Anda dalam karier? Boleh jadi Anda bukannya tidak tahu, tetapi sebenarnya tidak peduli. Menurut CarrerCoach Rene Suhardono, menemukan passion dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti melakukan kegiatan baru, bertemu orang baru, atau makan makanan baru. "Kunci utama yang harus dimiliki seseorang dalam menemukan passion adalah antusiasme," jelas Rene, dalam bukunya Your Job Is Not Your Career. 

Menemukan passion tak harus meninggalkan pekerjaan Anda saat ini. Bahkan, kata Rene, passion bisa dikembangkan dari pekerjaan yang sekarang. Kembali lagi, kuncinya terletak pada diri sendiri dan bersikap antusias dengan kehidupan dan karier yang Anda miliki.
Percaya diri dan berani 
Anda perlu meyakini bahwa dalam diri Anda memiliki keunikan dan keistimewaan. Bahwa ada potensi dari dalam diri yang bisa dikembangkan. Keyakinan diri dan keberanian untuk menggali potensi diri inilah yang perlu dimiliki jika ingin menemukan passion Anda. 

Lebih peka dengan perasaan Anda 
Passion tak sulit ditemukan dari dalam diri asalkan Anda lebih peka terhadap diri sendiri. Bersikap lebih terbuka untuk tahu, merasakan dan jujur mengenai segala hal yang dikerjakan, membuat hati lebih lega, lepas, dan gembira. Nah, saat inilah Anda semakin mendekati apa sebenarnya yang menjadi passion. Saat Anda merasa senang, puas, dan antusias dalam melakukan sesuatu, di situlah letak passion Anda yang berasal dari ketulusan hati. Jika sudah seperti ini, tinggalkan faktor yang memperumit Anda menemukan passion, seperti uang, kekuasaan, jabatan, atau lainnya. 

"Passion bukan bicara apa yang Anda sukai, tetapi lebih kepada apa yang Anda rasakan saat melakukan sesuatu," jelas Rene. 

Memperluas wawasan 
Mencoba berbagai kegiatan atau pengalaman baru bisa membantu Anda menemukan passion. Pertemuan dengan orang baru, berkenalan dan berdiskusi dengan mereka menjadi sarana Anda dalam menemukan passion. Atau kegiatan sederhana lain seperti belajar bahasa asing baru, mencoba menu makanan baru di restoran langganan, mengunjungi tempat yang belum pernah Anda datangi, melakukan kebiasaan baru. Apapun bentuk dan caranya, dalam setiap kegiatan baru tersebut Anda terbantukan dalam menemukan apa sebenarnya panggilan hati Anda. 

Lakukan dengan total 
Agar bisa menemukan passion, Anda perlu mengupayakannya total dan tidak setengah-setengah. Bahkan Anda perlu memikirkannya setiap saat. Seperti dikatakan sebelumnya, Anda perlu lebih peka. Bisa jadi, saat Anda sedang melakukan suatu kegiatan, Anda menemukan pertanda panggilan hati. 

Selalu antusias dan bersikap positif 
Jangan patah arang atau emosi jika Anda belum juga menemukan passion. Ingat, bahwa kunci menemukan passion adalah antusiasme. Pupuk antusiasme dalam diri dan selalu berpikir positif. Bahwa, suatu saat Anda berhasil menemukan passion dan menjalaninya dengan senang hati. 

Nikmati prosesnya 
Apapun yang sedang Anda jalani merupakan proses perjalanan hidup dan karier Anda. Jadi, nikmati saja proses penemuan passion dalam karier. Karena banyak orang yang juga menjalani proses yang sama dalam kurun waktu tahunan. Tak ada cara instan menemukan jati diri termasuk dalam kaitannya dengan karier Anda.

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Rabu, 24 April 2019

Kisah Inspirasi Kehidupan Nyata Seorang Stephen Hawking

Stephen Hawking adalah seorang ilmuwan asal Inggris yang lahir pada 8 Januari 1942 dari pasangan Frank dan Isobel Hawking. Beliau adalah anak pertama dari empat bersaudara yang tumbuh besar di Kota St. Alban, London. Meskipun semasa hidup beliau dikenal sebagai orang yang sangat cerdas, tapi ketika masih kecil beliau dikenal sebagai murid yang malas.

Namun, hal itu berubah ketika beliau mengenal Dikran Tahta yang merupakan guru matematikanya. Hawking sangat mengagumi Mr. Tahta karena bisa membuat pelajaran matematika yang begitu membosankan menjadi menyenangkan. Dari gurunya itu pula, dia terinspirasi untuk menjadi seorang guru besar matematika di Universitas Cambridge.

Diawali dengan kecintaan terhadap matematika itulah beliau menjadi belajar lebih rajin untuk menggapai cita-citanya. Dengan bantuan Mr. Tahta, beliau pun berhasil merakit komputer menggunakan bagian mekanik jam, papan kabel telepon yang sudah tidak terpakai, dan banyak lagi komponen daur ulang yang lain. Keren, ya?

Melihat kecerdasan sang anak, orangtuanya pun menyarankan Stephen untuk berkuliah di Oxford. Meskipun sangat menyukai matematika, di universitas tersebut beliau mengambil jurusan Fisika dan Kimia karena belum ada jurusan Matematika di sana. Beliau pun berhasil masuk di Universitas Oxford pada tahun 1959, ketika usianya hanya 17 tahun saja.

Setelah lulus dari Oxford, Stephen kemudian melanjutkan pendidikannya dengan mengambil jurusan kosmologi di Universitas Cambridge. Sayangnya ketika berusia 21 tahun, beliau didiagnosa menderita Amytrophic Lateral Sclerosis (ALS), yaitu penyakit yang melemahkan otot dan merusak fungsi otak. Dokter juga mengatakan bahwa sisa umurnya mungkin tidak akan lama lagi.

Setelah mendapatkan diagnosa itu, beliau mengalami depresi dan merasa hidupnya tidak berguna lagi. Tapi, dengan dukungan orang-orang di sekitar, beliau berhasil mengatasi itu semua. Meskipun hidup di atas kursi roda dengan segala keterbatasannya, beliau mampu menghasilkan banyak karya demi kemajuan ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah Teori Big Bang.

Baca juga : 7 Tips Karir Tanpa Peduli Usia

Dari kisah inspiratif kehidupan nyata tokoh dunia ini, kamu bisa belajar untuk mempercayai kekuatan mental dan pikiranmu sendiri. Stephen Hawking tidak menjadikan penyakitnya sebagai sebuah halangan untuk tidak melakukan apa yang diinginkan. Hal tersebut justru membuat beliau menjadi lebih semangat untuk berbuat yang lebih lagi untuk banyak orang.

Kalau beliau yang memiliki keterbatasan saja bisa melakukan hal yang besar, kamu tentu juga bisa melakukan hal yang sama. Tidak harus sampai melakukan hal besar untuk seluruh umat manusia, melakukan perbuatan yang baik untuk sekitarmu saja sudah bagus.

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Selasa, 23 April 2019

Perjuangan Wanita Tuli Cari Kerja Meski Sudah Ditolak Seribu Kali

Mencari kerja memang bukan hal yang mudah di zaman sekarang. Kadang pelamar lulusan universitas ternama dengan banyak pengalaman saja belum tentu langsung dapat kerja sesuai keinginan. Mereka yang memiliki keterbatasan pun juga sering mengalami kesulitan. Seperti wanita tuli bernama Kellie Wilson berikut yang sudah ditolak seribu kali.

Selama hidupnya, Kellie telah mencoba melamar untuk lebih dari seribu posisi. Namun ia sering mengalami penolakan. Wanita 32 tahun tersebut mengaku kerap langsung ditolak setelah pihak perusahaan tahu ia tidak bisa mendengar. Hal tersebut membuatnya tidak percaya diri dan takut tidak akan pernah menemukan pekerjaan impian.
Kellie kehilangan pendengarannya ketika berusia empat tahun. Semenjak itu, ia akan membaca gerakan bibir lawan bicara untuk mengerti ucapan orang. Meski begitu, Kellie mengaku bahwa dirinya adalah seseorang yang potensial karena banyak memiliki pengalaman. Ia pun bukan tak pernah bekerja sama sekali. Kellie pernah jadi pegawai administratif, asisten legan, hingga asisten finansial.

Sayangnya, Kellie tidak pernah lama bekerja di sebuah perusahaan. Paling lama Kellie bertahan hingga sembilan bulan dan paling sebentar empat bulan. Bukan performanya kurang memuaskan namun tampaknya karena masalah dengan keterbatasannya sehingga perusahaan tak memberi pekerjaan tetap. Karenanya, ia memilih untuk angkat bicara. 

"Aku pernah bekerja di banyak tempat tapi tidak ada yang permanen. Selama itu, aku sudah melakukan banyak wawancara dan sering tidak mendapat jawaban balik. Ketika aku diwawancara, semuanya lancar sampai aku mengungkap keterbatasanku," kata Kellie.

"Aku tidak bisa membaca bibir semua orang karena pola mulut individu (berbeda). Setelah mengungkap keterbatasanku, aku melihat orang tiba-tiba mewanti-wanti bahwa pekerjaan tersebut akan banyak menggunakan telepon padahal itu tidak ada di iklan," tambahnya.

Demi bisa berkarier seperti orang-orang lain, Kellie tengah mempertimbangkan untuk menjalani operasi. Meski begitu, tidak ada garansi jika pendengarannya akan benar-benar baik dan Kellie bisa diterima bekerja. 

"Ini adalah operasi besar yang melibatkan pemasangan implan dan berbulan-bulan rehab untuk mempelajari ulang suara jika berlanjut. Aku merasa seperti dipaksa untuk berubah untuk diriku yang sebenarnya karena orang lain. Aku telah bergelut dengan diskriminasi ini sepanjang hidupku dan aku muak dengan itu," tutur Kellie.

Rahmi Anjani
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Senin, 22 April 2019

Ini Anggapan Orang Saat Lihat Meja Kerja yang Berantakan

Di setiap kantor pasti ada beberapa mejanya selalu berantakan. Meski tidak selalu salah atau membahayakan, meja kerja berantakan tentu bisa menganggu pemandangan. Hal itu dapat membuat rekan bahkan atasan punya anggapan negatif tentang Anda. Menurut sebuah penelitian, meja kerja berantakan bisa mengindikasi jika orang yang menempatinya egosi hingga suka marah.

Anda yang sadar punya meja kerja berantakan mungkin tidak setuju dengan anggapan itu karena merasa diri tidak egois atau mudah marah. Namun sayangnya pandangan negatif tidak selalu berhubungan dengan kepribadian asli orang yang bersangkutan. Sebuah penelitian yang dilakukan University of Michigan pun mengungkap jika meja berantakan membuat pemilik terlihat egois, tidak peduli, dan suka marah.

Para psikolog melakukan tiga eksperimen kepada 160 partisipan. Mereka diminta untuk duduk di tiga kantor berbeda; satu yang bersih tanpa sampah, satu yang sedikit berantakan, dan satu lagi sangat berantakan. Kemudian partisipan diminta untuk mendeskripsikan kepribadian pemilik berdasarkan sifat sosialibilitas, kemudahan untuk setuju, kebaikan hati, kemudahan untuk marah, dan keterbukaan akan pengalaman (baru).

Hasilnya pun mengejutkan para penelitian. Partisipan yang menilai kantor kotor menganggap pemilik meja paling tidak mudah setuju dan paling mudah marah. Mereka juga melihat jika pekerja tersebut terlihat tidak peduli dan tidak disukai. 

"Ketika ada petunjuk mengenai ketidakbersihan, keteraturan, organisasi, dan lebih banyak sampah di teritori pribadi pemilik, orang yang melihat menganggap pemiliknya punya kebaikan hati yang rendah, entah pemilik itu memang ada di dunia nyata, pencari kerja, pelajar, atau peneliti di universitas," kata pemimpin studi Profesor Terrence Horgan.

Berdasarkan penelitian ini, punya meja berantakan terbukti rentan dipandang negatif. Tak hanya negatif secara kepribadian, mereka yang punya meja kurang rapi bisa dianggap tidak baik dalam pekerjaan. Sebenarnya meja kerja tidaklah harus selalu sangat rapi tapi paling tidak pastikan keadaannya bersih dan terorganisir dengan baik agar kerja lebih nyaman. 

Rahmi Anjani 
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Jumat, 19 April 2019

7 Alasan Mengapa Kerja Nggak Harus Selalu Sesuai Jurusan Kuliah

Menurut studi di tahun 2017, 63% orang Indonesia bekerja di bidang yang tak sesuai dengan jurusan kuliah. Ini juga terjadi di belahan dunia lain. Tak selalu jadi masalah, mengambil jalan karier yang tidak berhubungan dengan bangku sekolah justru menuntun Anda pada kesuksesan. Ini tujuh alasan mengapa kerja tak harus selalu sesuai jurusan kuliah:


1. Jurusan Hanya Prasyarat
Bekerja yang tidak sesuai dengan jurusan kuliah tak selalu berarti Anda gagal dalam karier. Banyak orang yang sukses di bidang yang sama sekali tidak berhubungan dengan perkuliahan. Apalagi kini kuliah sering hanya dijadikan prasyarat untuk masuk di dunia kerja. Banyak lowongan hanya mewajibkan pelamar menyandang paling tidak S1 atau D3 tapi tidak menetapkan jurusannya. 

2. Bidang Lain Lebih Bersinar
Tak perlu memaksakan bekerja sesuai jurusan kuliah jika memang ada jalan karier yang dirasa lebih menguntungkan. Anda mungkin mengambil jurusan bisnis saat kuliah. Tapi jika kemampuan seni lebih menjual, mengapa tidak dimanfaatkan sebagai mata pencaharian? Apalagi banyak orang di luar sana yang sudah memiliki gelar ekonomi tersebut. 

Baca juga: Farrah Gray, Miliuner Panutan Pengusaha Muda Sedunia

3. Pengalaman Diutamakan
Kenyataannya banyak pelamar yang dipilih perusahaan karena lebih berpengalaman dari pada sekadar sesuai jurusan. Karena itu, penting untuk menggali pengalaman sebanyak mungkin, terutama yang sesuai minat dan kemampuan.

4. Kemampuan Ini Lebih Penting
Kebanyakan atasan mencari orang yang mudah belajar, cocok dengan lingkungan kerja, hingga bisa bertanggung jawab dengan pekerjaan. Begitu juga mereka yang bisa berpikir kritis, berkomunikasi, dan memecahkan masalah dengan baik. Tidak disebutkan jika pelamar yang diterima harus punya kuliah di jurusan sesuai bidang kerja. 

5. Sesuaikan Tujuan
Sebelum Anda memilih pekerjaan yang sesuai dengan jurusan, pastikan lagi jika karier tersebut sesuai tujuan hidup. Banyak orang perlahan kehilangan semangat dalam bekerja karena berubahnya tujuan dan motivasi. Jika pekerjaan sesuai jurusan tidak membuat Anda bahagia atau sesuai jati diri, sebaiknya cari yang lain. Studi menunjukkan kebahagian dalam bekerja mendorong kesuksesan karier.

6. Network Lebih Penting
Disarankan untuk mencari pekerjaan di mana 'network' Anda paling kencang. Anda mungkin pintar dalam akademis namun jika tidak ada koneksi yang menunjang, mencari kerja akan lebih sulit. Karenanya, kembangkan koneksi sedini mungkin, mulailah dengan berhubungan baik dengan teman, senior, profesor, dan orang-orang di lingkungan magang.

7. Pilih yang Bisa Dinikmati
CEO dan mantan pekerja Google Liz Wessel juga mengatakan jika jurusan kuliah tak terlalu penting di dunia kerja. Dilansir Study International, ia menyarankan agar orang lebih mencari pekerjaan yang bisa dinikmati bahkan jika tak sesuai perkuliahan sama sekali. Anda pun tetap bisa mendapat banyak ilmu dan pengalaman yang mungkin diperlukan di masa mendatang. 

"Orang yang pernah jadi barista di Starbuck akhirnya punya etos kerja yang luar biasa. Mereka punya kemampuan melayani pelanggan dengan baik. Mereka belajar bagaimana menjual. Mereka kadang belajar bagaimana memasarkan minuman. Aku tahu mereka memasarkannya dengan baik kepadaku," kata Liz.

Rahmi Anjani 
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Selasa, 16 April 2019

Inspirasi : Pelajaran Dari Kentang, Telur, dan biji Kopi

Pada suatu hari, ada seorang anak perempuan yang mengeluh kepada ayahnya bahwa hidupnya sengsara dan bahwa dia tidak tahu bagaimana dia akan berhasil. Dia lelah berjuang dan berjuang sepanjang waktu.Tampaknya hanya salah satu dari masalahnya yang dapat ia selesaikan, kemudian masalah yang lainnya segera menyusul untuk dapat diselesaikan.

Ayahnya yang juga seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air dan menaruhnya di atas api yang besar. Setelah tiga panci tersebut mulai mendidih, ia memasukkan beberapa kentang ke dalam sebuah panci, beberapa telur di panci kedua, dan beberapa biji kopi di panci ketiga.

Kemudian ia duduk dan membiarkan ketiga panci tersebut di atas kompor agar mendidih, tanpa mengucapkan sepatah kata apapun kepada putrinya. Putrinya mengeluh dan tidak sabar menunggu, bertanya-tanya apa yang telah ayahnya lakukan.

Setelah dua puluh menit, ia mematikan kompor tersebut. Ia mengambil kentang dari panci dan menempatkannya ke dalam mangkuk. Ia mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk.

Kemudian ia menyendok kopi dan meletakkannya ke dalam cangkir. Lalu ia beralih menatap putrinya dan bertanya, “Nak, apa yang kamu lihat?”

“Kentang, telur, dan kopi,” putrinya buru-buru menjawabnya.

“Lihatlah lebih dekat, dan sentuh kentang ini”, kata sang ayah. Putrinya melakukan apa yang diminta oleh ayahnya dan mencatat di dalam otaknya bahwa kentang itu lembut. Kemudian sang ayah memintanya untuk mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapatkan sebuah telur rebus. Akhirnya, sang ayah memintanya untuk mencicipi kopi. Aroma kopi yang kaya membuatnya tersenyum.

“Ayah, apa artinya semua ini?” Tanyanya.

Kemudian sang ayah menjelaskan bahwa kentang, telur dan biji kopi masing-masing telah menghadapi kesulitan yang sama, yaitu air mendidih.

Namun, masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Kentang itu kuat dan keras. Namun ketika dimasukkan ke dalam air mendidih, ketang tersebut menjadi lunak dan lemah.

Telur yang rapuh, dengan kulit luar tipis melindungi bagian dalam telur yang cair sampai dimasukkan ke dalam air mendidih. Sampai akhirnya bagian dalam telur menjadi keras.

Namun, biji kopi tanah yang paling unik. Setelah biji kopi terkena air mendidih, biji kopi mengubah air dan menciptakan sesuatu yang baru.

“Kamu termasuk yang mana, nak?” tanya sang ayah kepada putrinya.

“Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana caramu dalam menghadapinya? Apakah kamu adalah sebuah kentang, telur, atau biji kopi?”

Pesan Moral : Dalam hidup ini, Banyak sesuatu yang terjadi di sekitar kita. Banyak hal-hal yang terjadi pada kita. Tetapi satu-satunya hal yang benar-benar penting adalah apa yang terjadi di dalam diri kita.

Jadi, manakah diri anda? Apakah anda adalah sebuah kentang, telur, atau biji kopi?

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Senin, 15 April 2019

Inspirasi Kisah Tali Pengikat Kaki Seekor Gajah

Ketika seorang pria berjalan melewati sekumpulan gajah, ia tiba-tiba berhenti. Ia bingung dengan fakta bahwa makhluk-makhluk besar itu sedang diikat hanya dengan sebuah tali kecil yang terikat pada kaki depan mereka. Tidak ada rantai, tidak ada kandang. Jelas sekali bahwa gajah bisa melepaskan diri dari ikatan mereka kapan saja. Tetapi entah untuk beberapa alasan, mereka tidak melakukannya.

Dia melihat seorang pelatih di dekatnya dan bertanya kepada pelatih tersebut. “Mengapa hewan-hewan itu hanya berdiri di sana dan tidak berusaha untuk melarikan diri?”

“Yah, ketika mereka masih sangat muda dan jauh lebih kecil, kami menggunakan ukuran tali yang sama untuk mengikat mereka. Dan, pada usia tersebut, tali itu sudah cukup untuk menahan mereka. Saat mereka tumbuh dewasa, mereka dikondisikan untuk percaya bahwa mereka tidak dapat melepaskan diri. Mereka percaya bahwa tali tersebut masih bisa menahan mereka, sehingga mereka tidak pernah mencoba untuk membebaskan diri.” Begitu penjelasan dari pelatih gajah tersebut.

Pria itu kagum. Hewan-hewan ini bisa saja setiap saat membebaskan diri dari ikatan tali mereka. Tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak bisa, mereka terjebak tepat dimana mereka berada.

Seperti gajah, berapa banyak dari kita yang menjalani hidup tergantung pada suatu keyakinan bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu, hanya karena kita gagal sekali sebelumnya?

Kegagalan adalah bagian dari pembelajaran. Kita tidak boleh menyerah untuk berjuang di dalam hidup anda. 

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Minggu, 14 April 2019

Inspirasi dari Seekor Keledai Yang Jatuh Ke Lubang

Keledai favorit seorang pria jatuh ke dalam sebuah lubang yang dalam. Dia tidak bisa menarik keledai tersebut keluar, tidak peduli seberapa keras ia mencobanya. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mengubur keledainya hidup-hidup.

Tanah mulai ditimbun ke lubang tempat keledai berada dari atas. Keledai yang merasa tertimpa tanah, menggoyangkan tubuhnya untuk menjatuhkan tanah di atas tubuhnya, dan melangkah di atas tanah tersebut. Tanah berikutnya ditimbun kembali ke dalam lubang.

Keledai itu mengibaskan kembali tubuhnya dan menaiki tanah tersebut.
Semakin tanah ditimbun, semakin tinggi tanah tersebut naik. Menjelang siang, keledai itu dapat keluar dari lubang, lalu merumput di padang rumput hijau.

Setelah banyak ‘mengibaskan’ masalah, Dan melangkah (belajar dari kisah di atas), Suatu saat setelah terlepas dari masalah, anda akan mampu merumput di padang rumput hijau. Anda akan mampu meraih apa yang anda impikan.

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Jumat, 12 April 2019

Kisah Inspiratif Mantan Resepsionis Alibaba yang 'Memanjat' Jadi Top Eksekutif

Sebelum menjadi salah satu bos di Alibaba, Judy Tong Wenhong memulai karier sebagai resepsionis. Berkat kerja keras dan kegigihannya, wanita tersebut pun sukses naik jabatan. Tak tanggung-tanggung, Judy kini berhasil menjadi top eksekutif sekaligus partner kerja paling inspiratif untuk Jack Ma. 

Judy bekerja untuk Alibaba sejak tahun 2000 ketika berusia 30 tahun. Sebelum diterima sebagai resepsionis, Judy pun pernah ditolak Alibaba ketika melamar pertama kalinya untuk posisi asisten adminstrasi. Untungnya percobaan keduanya membuahkan hasil meski sempat resign karena berkonflik dengan kolega.

Baca juga : 8 Rahasia untuk Mencapai Karir Yang Sukses

Meski awal kariernya di Alibaba sedikit berliku, Judy bekerja dengan baik walau hanya sebagai resepsionis. Dilansir Women of China, wanita tersebut banyak menerima pujian karena pekerjaannya. Judy dikatakan bisa memberi masukan, teliti, dan bisa melakukan tugas-tugas sulit dengan sangat baik.

Setahun kemudian, ia pun ditransfer ke bagian 'customer support'. Dan tiga bulan setelahnya, Judy dikembalikan ke bagian adminstrasi namun sebagai manajer. 

"Adalah sebuah tantangan untukku untuk memimpin grup karena aku hanya sekertaris di masa lalu," ungkap Judy Tong Wenhong.

Tak sampai di situ, kepandaian dan kerja keras Judy pun terus mengantarkannya pada sejumlah promosi. Dari manajer di customer service, wanita itu dikirim ke bagian HRD kemudian menjadi wakil presiden beberapa departemen lain di tahun 2007 hingga 2013.

Ketika menjabat sebagai wakil presiden sejumlah divisi, Judy pun belajar banyak mengenai kepemimpinan dan cara mengatasi masalah. Salah satu perannya yang paling penting adalah saat melawan penyebaran SARS di perusahaan pada tahun 2003.

Baca juga : 7 Tips Karir Tanpa Peduli Usia

Prestasi lain Judy adalah saat ia menjadi 27 rekan bisnis pertama Alibaba. Judy pun merupakan salah satu dari sembilan wanita yang membuat sejarah karena mendatangkan banyak modal dan investor untuk perusahaan itu. Mengingat Jack Ma berencana untuk pensiun tahun depan, Judy pun diprediksi akan memegang peranan lebih tinggi dalam jajaran kepemimpinan Alibaba. 

Rahmi Anjani
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Kamis, 11 April 2019

Daftar 6 Hal yang Bisa Bikin Jadi Kaya Menurut 600 Miliuner

Setiap orang ingin jadi kaya. Sayangnya meski sudah berusaha keras, status sebagai jutawan tak selalu mudah didapatkan. Untuk mengetahui cara jadi kaya, banyak orang meneliti para miliuner. 

Penulis Sarah Stanley Fallaw pun melakukan survei pada 600 orang kaya. Tak peduli berapa usia atau pendapatan mereka, terungkap enam faktor yang membuat miliuner banyak harta berikut ini.
1. Kemampuan menghemat
Hal yang pertama yang Anda harus lakukan untuk menjadi orang kaya adalah memperkuat kemampuan berhemat. Hal ini menjadi faktor utama yang membuat miliuner banyak uang. Yakni komitmen untuk menabung, mengeluarkan uang lebih sedikit, dan setia pada budgeting. Meski kaya, ternyata tak semua miliuner suka hidup foya-foya. Banyak dari mereka yang lebih memilih menabung untuk hari tua.
 2. Percaya diri
Percaya diri bukan hanya dibutuhkan untuk sukses meraih posisi tinggi. Percaya diri juga menjadi salah satu cara menjadi orang kaya dalam hal investasi dan manajemen keuangan. Menurut perencana keuangan, untuk hidup hemat yang menjadi poin pertama pun dibutuhkan kepercayaan diri. 

Baca juga : Kisah Nyata & Haru Gadis 11 Tahun yang Setiap Hari Catat Daftar Biaya Hidupnya

3. Tanggung jawab 
Strategies for Building Wealth tersebut, rasa tanggung jawab juga berperan besar dalam membuat miliuner banyak harta. Dikatakan jika orang-orang kaya menerima peran mereka untuk urusan finansial. Hal tersebut tampaknya mendorong mereka untuk bekerja lebih keras. Meski begitu, orang-orang kaya tidaklah sombong dalam mengakui kekayaan. Sebagian dari mereka percaya jika keberuntung juga berperan besar.

4. Perencanaan
Penting untuk selalu punya rencana dan tujuan finansial. 92% miliuner dikatakan punya perencanaan keuangan jangka panjang dan 97% dari mereka selalu berhasil mewujudkannya. 

"Miliuner tidak mengandalkan orang lain untuk membuat mereka kaya dan mereka tidak menyalahkan siapapun jika mereka jatuh. Mereka fokus pada apa yang mereka bisa kontrol dan menyesuaikan kebiasaan sehari-hari dengan tujuan yang mereka rancang," kata Chris Hogan, penulis 'Everyday Millionaires: How Ordinary People Built Extraordinary Wealth - and How You Can Too'.

5. Fokus
Daftar 6 Hal yang Bisa Bikin Jadi Kaya Menurut 600 MiliunerFoto: Thinkstock
Kemampuan untuk fokus pada pekerjaan tanpa gangguan pun penting ditingkatkan untuk jadi kaya. Begitu juga saat memiliki sebuah cita-cita yang pada akhirnya menuntun kesuksesan. "Mereka menghindari gangguan dan 'sindrom obyek bersinar' yang dialami kebanyakan orang karena miliuner tidak fokus pada apa yang membuat mereka senang sekarang, mereka fokus pada rencana membangun kekayaan jangka panjang," ungkap Chris.

Baca juga : Pakai Cara Simpel, Wanita Ini Sukses Kumpulkan Uang Rp 486 Juta

6. 'Ketidakpedulian sosial'
Daftar 6 Hal yang Bisa Bikin Jadi Kaya Menurut 600 MiliunerFoto: Thinkstock
Banyak orang 'kalah' dengan tuntutan sosial. Hal tersebut memaksa mereka menghabiskan banyak uang untuk tampil 'bersinar' meski tidak sepenuhnya dibutuhkan. Orang-orang kaya umumnya punya 'ketidakpedulian' sosial yang membuat mereka tidak tergoda membeli barang-barang mewah hanya untuk pamer. 

Siti Rahmi Anjani 
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Senin, 08 April 2019

Kisah Inspiratif Kehidupan Nyata Seorang Jack Ma

Jack Ma terlahir pada tanggal 10 September 1964 di Provinsi Hangzhou. Pria ini melalui masa kecil yang tidak mudah karena berasal dari keluarga yang kurang mampu. Dia pun memutar otak supaya dapat menjadi orang yang sukses.

Saat umurnya 12 tahun, Jack Ma berusaha mempelajari bahasa Inggris secara autodidak dengan mendengarkan siaran radio. Tak hanya itu, setiap hari dia pergi ke Distrik West Lake untuk bertemu dengan turis asing dan menawarkan menjadi pemandu gratis supaya dia bisa berlatih bahasa Inggris. Hal tersebut dilakukannya kurang lebih selama delapan tahun.

Baca juga : 8 Rahasia untuk Mencapai Karir Yang Sukses

Ketika mendaftar di perguruan tinggi, Jack Ma sempat ditolak berkali-kali oleh universitas pilihannya. Namun, dia tidak menyerah hingga akhirnya bisa diterima di Hangzhou Teachers Institute pada tahun 1988. Sayangnya setelah lulus, dia juga banyak ditolak saat memasukkan lamaran kerja. Dia pun kemudian menjadi seorang guru Bahasa Inggris dengan gaji kecil di sebuah universitas.

Pada tahun 1995, Jack Ma memutuskan untuk pergi ke Amerika sebagai penerjemah. Di sana, dia bertemu dengan seorang kawan yang mengenalkannya pada internet. Saat mencari tentang Tiongkok di internet, dia tidak dapat menemukan informasinya sama sekali. Oleh karena itu, dia kembali ke negara asalnya dan membuat perusahaan yang melayani jasa pembuatan website bernama China Pages.

Usaha yang dijalankan Jack Ma tersebut bisa dibilang cukup sukses. Pada tahun 1998, dia bekerja pada sebuah departemen yang menangani penjualan produk online di bawah Kementerian Luar Negeri Tiongkok. Namun pada tahun 1999, dia memutuskan untuk mundur dari pekerjaan tersebut.

Baca juga : 7 Tips Karir Tanpa Peduli Usia

Setelah itu, dia mengumpulkan beberapa temannya yang bisa diajak kerjasama untuk membuat sebuah perusahaan belanja online, Alibaba. Meskipun pada awalnya perusahaan lain tidak ada yang mau bekerja sama, tapi berkat ketekunan dan kerja keras akhirnya berkembang dengan baik. Bahkan, perusahaan teknologi tersebut mampu bersaing dengan perusahaan raksasa lain seperti Google, Apple, dan Microsoft.

Siapa, sih, yang tidak kenal Jack Ma? Pria asal Tiongkok itu adalah seorang miliarder sekaligus pemilik dari situs e-commerce besar, Alibaba. Dari kisah inspiratif kehidupan nyata Jack Ma ini kamu mengambil suatu pelajaran, yaitu untuk tidak menyerah. Jack Ma ditolak beberapa kali dari universitas yang diinginkannya, dia juga mengalami banyak penolakan saat melamar pekerjaan. Tapi, dia tidak menyerah begitu saja, bahkan terus berusaha untuk mewujudkan mimpinya.

Apakah kamu sekarang sedang kecewa karena mengalami hal yang sama? Kalau iya, sebaiknya jangan terlalu lama berkubang dalam rasa kecewamu itu. Kamu bisa saja ditolak pada hal kecil karena sudah dipersiapkan untuk melakukan hal yang besar.

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Minggu, 07 April 2019

Viral, Kisah Inspiratif Gelandangan yang Diterima Kuliah di Harvard

Selain pintar, mereka yang bisa masuk universitas 'Ivy League' sering kali datang dari keluarga berada. Namun bukan berarti pelajar yang punya latar belakang sederhana tidak bisa diterima. Tengok saja seorang remaja bernama Athena Capo-Battaglia asal New York, AS berikut. Meski tidak punya rumah dan hidup di penampungan, Athena tetap bisa belajar dengan baik hingga diterima di Universitas Harvard.

Kisah Athena diterima di Harvard University viral belakangan ini. Pasalnya Athena datang dari latar belakang keluarga kurang mampu yang bahkan tak punya rumah. Dilansir New York Daily News, ibu Athena tidak bisa membayar sewa rumah hingga harus hidup di penampungan. Apalagi sang ibu mengidap kanker payudara dan neneknya meninggal. Hal ini pun menjadi motivasi Athena untuk giat belajar. 

Baca juga : Kisah Nyata & Haru Gadis 11 Tahun yang Setiap Hari Catat Daftar Biaya Hidupnya

"Aku merasa harus masuk kuliah karena ini (penampungan) bukan tempat yang ingin aku tinggali. Aku seperti, 'Ok, ini adalah cara aku bisa keluar dan mungkin di masa depan bisa dapat pekerjaan bagus" kata Athena. 

Viral, Kisah Inspiratif Gelandangan yang Diterima Kuliah di HarvardFoto: NYPD
Sebelum kehilangan rumah, Athena memang anak yang pintar.PelajarFiorello H.LaGuardia High School of Music & Art and Performing Arts tersebutmendapatIPK 4.0 dan menjadi kapten tim gimnastik. Sekolahnya sendiri adalah sekolah para seniman terkenal, seperti Jennifer Aniston, AlPacino, hingga AnselElgort.
"Aku menelepon temanku dan berteriak, 'Oh Tuhan, aku diterima di Harvard!' Itu sangat menggembirakan. Aku ingin tahu apakah aku bisa masuk. Aku terbiasa menantang dirikuku sendiri. Itulah yang aku lakukan seluruh hidupku," ungkap Athena yang mengaku sedang dalam perjalanan dalam kereta ketika mengetahui kabar baik tersebut. 

Baca juga : Pakai Cara Simpel, Wanita Ini Sukses Kumpulkan Uang Rp 486 Juta

Tak hanya berprestasi di akademis, Athena juga mengikuti program NYPD di mana ia mendapat training untuk membantu menjaga keamanan lingkungan. Berkat program tersebut, ia pun berkemsempatan belajar bela diri, teknik patroli, penanganan pertama kecelakaan, dan lain-lain. Gadis 18 tahun itu pun menjadi salah satu orang yang menerima beasiswa $1,000 (Rp 14 jutaan) dari kantor walikota. 

Kini Athena sudah tinggal di lingkungan kampus Harvard. Mahasiswa yang ingin mengambil jurusan neurosains tersebut berencana untuk kuliah sekaligus bekerja. Dan ketika nanti waktunya liburan, ia akan tinggal di penampungan bersama sang ibu juga menjadi voluntir NYPD. Athena bahkan terpikir untuk bergabung dengan kepolisian setelah lulus. 

"Tergantung pekerjaan apa yang aku putuskan akan paling cocok denganku. Aku benar-benar berencana untuk melanjutkan program bantuan (kepolisian).Pengalamanku sudah sangat bagus. Aku tidak pernah merasa kesulitan sudah selesai. Benar-benar beruntung bisa memberi balasan (kebaikan)," katanya.

Rahmi Anjani
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Jumat, 05 April 2019

Viral Kisah Remaja Belajar 17 Jam Sehari Demi Keluar dari Kemiskinan

Pendidikan tentu menjadi cara paling efektif untuk mengentas kemiskinan. Mengetahui hal tersebut, seorang remaja mendedikasikan masa mudanya untuk tekun belajar. Ia pun menjadi inspirasi bangsa setelah viral karena belajar hingga 17 jam dalam sehari. 

Remaja bernama Zhu Zheng menjadi inspirasi banyak orang karena ketekunannya belajar. Anak 17 tahun asal China tersebut jadi viral terkenal setelah menampilkan jadwal belajar 17 jamnya. Jadwal tersebut bukan termasuk waktu sekolah sehari-hari namun untuk liburan musim dingin. Murid kelas 11 SMP Wuhan 11 di Provinsi Hubei itu memang datang dari latar belakang kurang mampu dan bercita-cita ingin mengeluarkan keluarga dari kemiskinan.

Ketika tiba waktunya semester baru, seorang guru melihat jadwal belajar yang dibuat Zhu Zheng. Dari jadwal itu terlihat jika Zhu Zheng tidak punya waktu untuk liburan dan menghabiskan lebih dari setengah hari untuk belajar. Guru tersebut kemudian membagikannya di WeChat yang kemudian jadi viral.

Baca juga: Farrah Gray, Miliuner Panutan Pengusaha Muda Sedunia

Berdasarkan jadwal, Zhu memulai harinya mulai 6:40 dan mengakhirinya pada 23:50. Di sela-sela hari liburnya tersebut, ia mengambil ekstrakulikuler kelas matematika dan menghabiskan sisa waktu untuk mengulas mata pelajaran. Remaja itu pun hanya istirahat selama 30 menit untuk tidur setelah makan siang dan beberapa menit untuk makan makanan kecil.

"Hidup tidak mengenal liburan musim dingin atau panas. Bukannya sukses datang terlambat tapi kamu tidak cukup tangguh untuk dirimu sendiri," katanya kepada South China Morning Post, 

Zhu Zheng sendiri memang dikenal sebagai murid yang pintar. Ia pernah memenangkan juara pertama kompetisi matematika. Karena itu, ia pun direkomendasikan untuk mengikuti pelatihan intensif di kampus prestis Universitas Tsinghua, Beijing, China. 

Ketika mengikuti training, Zhu Zheng dikatakan menjadi satu-satunya siswa yang memakai seragam karena sudah berjanji tidak akan memberi baju baru selama setahun untuk menghemat uang. Sedangkan untuk memotivasi diri sendiri ia membuat catatan kecil yang berbunyi 'disiplin diri, perkembangan diri', 'belajar dari catatan jangan menyalin catatan', dan 'jangan menyentuh ponsel'. 

Rahmi Anjani 
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Selasa, 12 Maret 2019

Kisah Inspiratif Wanita yang Dulu Buruh Pabrik Kini Sukses Jadi Miliuner

Setiap orang yang mau berusaha pasti akan menemukan kesuksesan. Cerita inspiratif mengenai kegigihan pun datang dari seorang wanita bernama Wu Yajun yang kini jadi pengusaha real estate kaya raya. Tak disangka jika dahulu dulunya ia pernah jadi pekerja pabrik. 

Wu Yajun memulai karier dengan menjadi buruh di pabrik dan digaji $16 atau sekitar Rp 225 ribuan per bulan. Sekarang kekayaannya diprediksi mencapai $8,3 juta atau Rp 116 miliaran. Pengusaha asal China tersebut dikatakan adalah salah satu wanita terkaya dengan usaha sendiri. Sebelum mendirikan Longfor Properties, ia juga sempat bekerja sebagai jurnalis.

Baca juga : Kisah Nyata & Haru Gadis 11 Tahun yang Setiap Hari Catat Daftar Biaya Hidupnya

Kini Wu Yajun memang sudah turun sebagai CEO Longfor Group Holdings tahun lalu. Ia menyerahkan jabatan yang dipegangnya selama 11 tahun tersebut kepada anak perempuannya, Cai Xinyi, yang dilaporkan masih berusia 20an awal. Longfor sendiri adalah perusahaan real estate yang beroperasi di 47 negara. 

Perjalan karier wanita 55 tahun tersebut memang inspiratif. Wu Yajun tidak datang dari keluarga kaya. Namun ia adalah anak yang pintar. Wu Yajun mulai kuliah di Northwestern Polytechnical University saat berusia 16 tahun. Setelah lulus, ia ditugaskan untuk bekerja di sebuah pabrik di kota asalnya. Selama empat tahun bekerja di sana, ia hanya menghasilkan sekitar Rp 225 ribuan setiap bulannya. 

Ketika berusia 24, Wu Yajun mulai beralih karier sebagai jurnalis yang fokus pada berita real estate. Tampaknya selama lima tahun menjadi wartawan, Yajun mendapat banyak informasi mengenai industri tersebut. Pada 1993, ia pun terinspirasi untuk membangun Longfor dengan suaminya Cai Kui setelah menemukan banyak masalah di apartemen mereka. Pada 1997, Longfor menjual proyek perumahan pertama mereka. Perusahaan tersebut pun menjadi salah satu pengembang pusat perbelanjaan pertama di China. 

Wu Yajun sempat menyandakan gelar sebagai wanita paling kaya di China. Sayangnya status tersebut sempat jatuh ketika ia bercerai di tahun 2012. Dilaporkan Business Insider, ia kehilangan miliaran rupiah ketika mentransfer 40% sahamnya ke perusahaan mantan suami. 

Baca juga : Pakai Cara Simpel, Wanita Ini Sukses Kumpulkan Uang Rp 486 Juta
Meski begitu, kekayaan Yajun berkembang hingga ia masuk dalam daftar global wanita terkaya dengan usaha sendiri. Hingga kini, Wu Yajun terdaftar sebagai satu dari enam wanita dalam Bloomberg's Billionaires Index. 

Meski punya kisah yang sukses, Wu Yajun jarang berbagi ceritanya ke publik. Ia sendiri mengaku memang tidak tertarik di publik. "Aku tidak punya sesuatu untuk dibicarakan. Aku hanya orang yang fokus pada usahaku sendiri," tuturnya. 

Rahmi Anjani
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Senin, 11 Maret 2019

Kisah Ibu 6 Anak yang Dulu Tak Punya Rumah Kini Berpenghasilan Rp 31 M

Setiap orang punya jalannya masing-masing dalam meraih keberhasilan. Tak jarang, seseorang harus melewati berbagai kesulitan sebelum menemukan cara untuk sukses. 

Tengok kisah ibu enam anak berikut yang pernah tak punya rumah hingga mengalami 'mental breakdown' sebelum jadi pengusaha seperti sekarang. Kisahnya mungkin bisa menginspirasi Anda.

Adalah Vanessa Ogden Moss yang kini punya mobil mewah hingga muncul di sampul majalah ternama karena kesuksesannya. Wanita asal Inggris ini telah menghasilkan lebih dari £1.7 juta (Rp 31 miliaran) meskipun hanya bekerja beberapa jam dalam seminggu dari rumah.
Baca juga: Tips CT Agar Milenial Jadi Pengusaha Sukses: Jangan Tidur Mulu

Kesuksesan Vanessa didapatkannya setelah melewati berbagai kejadian kurang menyenangkan. Mulai dari kehilangan rumah, anak yang meninggal, hingga perpisahan dengan pasangan.

Kepada Daily Mail, wanita 42 tahun tersebut mengatakan bahwa hidupnya jauh dari sukses 15 tahun lalu. Ketika itu, anaknya yang berusia lima tahun meninggal karena kanker langka, ia pun berpisah dari pasangan, dan tidak punya rumah. Vanessa pun harus tidur dari sofa ke sofa di rumah teman dan saudara.

Karena itu, Vanessa mengalami stres berat. Tak ingin hanyut dengan depresi, ia memutuskan untuk beralih ke media sosial dan memotivasi orang lain yang mungkin merasakan hal serupa. Wanita yang tak lulus SMA itu lalu membuat halaman Facebook 'Yummy Mummy' yang membahas program penurunan berat badan untuk ibu baru melahirkan. Banyak yang puas dengan saran Vanessa, para anggota halaman itu pun mau membayar untuk saran-sarannya.

"Itu seperti momen cahaya dalam kepalaku. Aku pikir jika orang mau membayarku untuk ini aku bisa membuat sesuatu dari itu. Aku belajar semuanya dari YouTube dan Google dan mulai mengajarkan orang-orang belajar hal-hal baru dan mereka membayarku untuk kursus itu," ujarnya.
Sepuluh tahun kemudian, Vanessa membangun perusahaan di mana orang-orang bisa mengikuti kursusnya secara online. Melalui program 'Master Classes', Vanessa mengajarkan pada wirausahawan baru bagaimana cara mengembangkan bisnis. 

Baca juga : Cari Kebahagiaan, Wanita Ini Tinggalkan Pekerjaan Bergaji Rp 1,6 M

Kini Vanessa hanya perlu bekerja beberapa tiga jam dari rumah untuk menghasilkan £25,000 (Rp 466 jutaan). Vanessa pun akan merilis buku terbarunya yang berjudul 'Make A Million From Home'.

"Aku selalu bilang bahwa membantu orang membuatku lebih baik. Aku tidak tahu aku akan melewati stres tersebut tanpa memfokuskan energiku untuk membantu orang lain. Aku tidak sadar bahwa aku telah membantu diriku sendiri," kata Vanessa. 

Rahmi Anjani 
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Nyalakan semangatmu !

Hai sahabat, bagaimana kabarnya? Semoga sehat dan baik selalu ya. Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini memang sangat berpengaruh bagi ...