Jumat, 23 Maret 2018

5 Langkah Sukses Balik ke Pekerjaan Lama Saat Nggak Betah di Kantor Baru

Pindah kerja bukan hal aneh atau negatif lagi di zaman sekarang. Apalagi untuk para milennial yang dikenal hobi gonta-ganti kantor karena mudah nggak betah. Namun keputusan untuk resign dan pindah kerja kadang tidak selamanya tepat. Tak jarang para profesional justru menyesal dan ingin kembali ke kantor lama setelah melakukannya. Anda juga? Simak lima langkah sukses kembali ke kantor lama berikut:

Tinggalkan Kesan Baik
Kembali ke tempat kerja lama kadang tak semudah meninggalkannya. Anda
perlu sedikit 'bermuka tebal' dan menunjukkan kesungguhan. Apalagi jika kembali Anda ke sana bukan karena dipanggil namun keinginan sendiri.

Dilansir Refinery 29, hal pertama yang harus dilakukan adalah meninggalkan kesan baik. Artinya sejak awal hindari resign dari kantor dengan pengalaman dan suasana yang tidak menyenangkan. Ini penting dilakukan untuk menjaga nama baik, jaringan kerja, dan tentunya agar mudah kembali jika suatu-suatu ingin bekerja di sana lagi.

Jaga Hubungan Baik
Mereka yang diterima kembali di sebuah perusahaan biasanya juga masih berhubungan baik dengan mantan rekan atau atasan. Jika Anda sudah tidak pernah berhubungan dengan siapapun di kantor tersebut, tentu akan sulit untuk diterima kembali. Karenanya, tetaplah menjaga hubungan dengan teman-teman lama.

Bicarakan dengan Orang Terpercaya
Coba hubungi rekan dekat yang dulu bekerja dengan Anda untuk menanyakan apakah ada lowongan. Setelah itu, jangan langsung meminta untuk balik bekerja di sana. Tanyakan dulu pada dia bagaimana keadaan kantor sekarang dan apakah sekiranya menguntungkan bila Anda pindah lagi ke sana.

"Aku pasti akan menghubungi manajer yang dulu pernah bekerja bersama, mereka seharusnya menjadi koneksi pertama kamu, terutama jika jarak waktu (antara resign dan ingin kembali) masih dekat. Bahkan jika sudah lama, biasanya hubungan itu masih punya arti jadi waktu bukan jadi masalah," ungkap Brendan Browne, the VP of Global Talent Acquisition di LinkedIn.

Pikir dengan Matang
Setelah mendapat informasi dari rekan lama atau manajer, coba pastikan dulu jika Anda benar-benar ingin kembali ke sana. Tanyakan pada diri sendiri apakah Anda yakin akan betah. Karena jika Anda akhirnya tidak suka dan kembali resign, pasti akan dicap buruk oleh rekan, perusahaan, bahkan lingkungan profesional.

Tahu Konsekuensi
Apalagi jika alasan Anda keluar sebelumnya adalah karena penghasilan. Jangan sampai keputusan untuk bekerja kembali di sana malah jadi bumerang.

"Aku kira kebanyakan orang tidak mau kembali dengan gaji yang lebih sedikit. Itu juga tergantung lama kamu pergi dan pengalaman apa saja yang kamu dapatkan. Kalau sebentar, aku perkirakan gaji orang itu tidak akan berkurang, jika kembali ke posisi yang sama. Tapi jika mau sudah pergi tiga atau lima tahun dan bertambah pengalaman, mereka harusnya mengakuinya dan memberi kompensasi," tutur Brendan.

Rahmi Anjani 
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

10 Kalimat yang Bikin Kamu Kelihatan Nggak Percaya Diri Saat Kerja

Sikap percaya diri membuat Anda terlihat lebih kompenten saat bekerja. Dengan begitu, kesempatan untuk berkembang pun bisa lebih terbuka.

Agar tampil lebih pede, banyak hal yang bisa dilakukan. Misalnya dengan pakai makeup hingga tampil dengan bahasa tubuh yang tegas. Kepercayaan diri pun bisa ditunjukkan dengan menghindari kata atau kalimat tertentu yang menurut pakar membuat pekerja terlihat minder. Apa saja?

Banyak mengatakan 'um' atau 'seperti' sudah dikenal sebagai tanda kegugupan atau kurang percaya diri. Selain itu, ada beberapa kata dan kalimat tak percaya diri lain yang dapat membuat pekerja terlihat kurang potensial di depan rekan, bos, atau klien. Biasanya kata atau kalimat tersebut berkesan tidak tegas. 

"Orang-orang tegas tidak malu membela pandangan atau tujuan mereka atau mencoba mempengaruhi orang lain. Ini semua mengenai bereaksi pada emosi positif dan negatif tanpa agresi atau menjadi pasif," kata pakar kepada Psychology Today.

Kata-kata yang membuat Anda tampak tak percaya diri juga biasanya terdengar terlalu sopan. Berbeda dengan kata 'tolong', 'terima kasih' atau 'permisi' yang menunjukkan kesopanan, kata-kata orang minder lebih terdengar lemah. Kaernanya, saat ingin meminta tolong atau menyampaikan pendapat sampaikan dengan tegas tapi jangan juga bersikap sok. 

Berikut adalah 10 kalimat yang perlu dihindari karena bisa buat Anda tampak kurang percaya diri tersebut. 

1. 'Ini mungkin terdengar bodoh,' atau 'Mungkin sudah ada yang pernah bilang, tapi...,' ketika mengemukakan pendapat atau ide.
2. Terlalu sering mengatakan 'maaf,' setelah dan sebelum berbicara.
3. Mengatakan 'Aku merasa' atau 'Aku pikir' saat mulai beropini.
4. Menambahkan 'sepertinya' atau 'Aku rasa' terlalu sering agar tidak percaya diri dengan sebuah pernyataan.
5. Mengakhiri kritik yang membangun dengan kalimat 'mungkin bisa dipertimbangkan,'.
6. 'Maaf mengganggu tapi...' ketika meminta tolong.
7. Mengakhiri permintaan dengan kalimat, 'tidak apa-apa, kan?'
8. Kalimat yang terlalu rumi ketika meminta tolong, 'Bisa tidak kamu melihat ini saat nanti sempat?'
9. Menambahkan 'Nggak tahu sih,' atau 'Pokoknya seperti itu,' atau 'Kamu tahu apa yang aku maksud,kan?' setelah melontarkan ide.
10. Mengatakan sebuah ide dengan kata 'mungkin,' 

Rahmi Anjani
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Ini yang Perlu Disiapkan Fresh Graduate Saat Cari Kerja

Mencari pekerjaan menjadi tantangan pertama bagi fresh graduate. Tantangan itu pun sebaiknya diatasi dengan baik mengingat pekerjaan pertama sangat penting untuk karier ke depannya. Salah satu tips sukses cari kerja untuk fresh graduate adalah memastikan bahwa Anda memiliki apa yang dicari perusahaan dari calon pekerja. Pemimpin dari tiga perusahaan besar pun mengungkap pendapatnya mengenai hal yang perlu disiapkan fresh graduate saat cari kerja.

Untuk dapat pekerjaan apalagi yang sesuai impian, ijazah saja belum tentu
cukup. Anda perlu memiliki gabungan dari kemampuan, minat, dan kepribadian yang baik. Ongki Kurniawan selaku Managing Director GrabPay Indonesia pun berpendapat serupa. Selain kemampuan, ini empat hal yang dilihatnya dari fresh graduate setiap interview kerja.

"Pertama adalah kejujuran, kami melihat integritasi orang sebagai pemimpin. Kedua keinginan besar yang nantinya menentukan ketahanan. Lalu kemampuan untuk menerima dan mengatasi kesalahan karena tidak ada yang sempurna dan kita harus mau terus belajar," kata Ongki di acara LinkedIn Dream Jobs di EV Hive D.Lab, Jakarta Pusat.

"Dan yang paling penting adalah hati. Perusahaan kami berdampak pada orang. Kami melihat para driver sebagai partner, mereka adalah mikrowirausahawan yang bekerja sendiri," tambah Ongki.

Berbeda lagi dengan Jaraslov Gaisler yang merupakan Chief Executive Officer di Home Credit Indonesia. Pria asal Ceko mengaku lebih mengedepankan rasa penasaran dan kemampuan beradaptasi.

"Rasa penasaran membuat seseorang ingin berkembang. Aku juga mencari kemampuan belajar hal baru secara terus menerus karena pekerjaan kami selalu berubah. Lalu fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi. Orang yang mau mengambil risiko baru atau belajar kemampuan baru," ungkap Jaraslov.

Sedangkan Olivier Legrand selaku Managing Director APAC LinkedIn mengedepankan para fresh graduate dengan pola pikir hingga fokus yang baik. "Orang yang punya pola pikir tidak mudah menyerah, pekerjaan kita selalu berubah jadi jangan pikir semua akan berjalan lambat. Inovatif dan berminat mencari cara dan solusi baru," tutur pria asal Prancis tersebut. 

Rahmi Anjani
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Kamis, 22 Maret 2018

Kisah Nyata Inspiratif Pria Tunarungu Berkaki Satu Bekerja 12 Tahun Tanpa Libur

Setiap orang tentu mengalami banyak perjuangan dalam hidup dan berhasil bertahan melewati masalah. Seperti yang terjadi pada pria inspiratif dari China ini yang berjuang untuk hidup dengan gairah dan kerja keras.

Shang Wuyi adalah pria difabel yang bisu dan hanya memiliki satu kaki. Menurut Asia One, ia telah menjadi pekerja penyapu jalanan selama hampir 12 tahun.

Setiap pagi, pria berusia 46 tahun ini bangun jam empat pagi untuk mulai bekerja. Shang tidak pernah libur satu hari
pun sejak ia mulai bekerja. Menurutnya, ia senang bekerja karena lahir pada 1 Mei, yaitu Hari Pekerja Internasional. Setiap hari Shang bekerja bersama istrinya, Wang Yaqin, yang juga seorang penyapu jalan di Xi'an, China.

Sebagai karyawan yang berdedikasi, mereka telah bekerja 30 menit sebelum waktu gilirannya. Namun, jika istrinya sakit atau harus cuti, Shang kemudian akan berangkat jam tiga pagi untuk memastikan pekerjaannya selesai. Sang istri pun menjelaskan bahwa tak masalah jika pekerjaannya sulit karena hidup mereka bergantung pada itu.

Wang juga mengungkapkan bahwa baik Shang maupun saudara perempuannya terlahir tuli dan memiliki cacat keturunan yang mereka dapatkan dari ibu mereka. Sedangkan untuk kaki Shang, ia kehilangannya pada usia muda tujuh tahun setelah dikejar oleh sebuah kereta yang melaju karena ia tidak mendengarnya datang.



"Meski dia tidak bisa bicara, saya tahu dia sangat menghargai pekerjaannya. Dia tahu tubuhnya cacat, jadi dia harus bekerja lebih keras daripada yang lain untuk mempertahankan pekerjaannya," kata Wang, yang telah menikah dengan Shang selama 21 tahun.

Sementara itu, atasan Shang yang bernama Huang juga menjelaskan bahwa pada awalnya khawatir. Menurutnya mungkin Shang tak dapat menangani pekerjaan yang menuntut fisik dan ketidakmampuannya.

"Tapi menurut pengamatan saya, Shang bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Dia bukan hanya pekerja keras tapi juga menyapu jalan dengan sangat bersih," katanya. 

Anggi Mayasari
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Kisah Nyata & Haru Gadis 11 Tahun yang Setiap Hari Catat Daftar Biaya Hidupnya

Sebagai anak-anak, uang mungkin adalah hal yang tak perlu dikhawatirkan. Tapi, tidak bagi gadis kecil ini yang setiap harinya mencatat semua biaya hariannya.

Menurut Apple Daily Taiwan, Xiao Qing yang berusia 11 tahun ini telah menyimpan buku catatan yang merinci semua biaya hariannya. Kebiasaannya itu pun sudah dilakukan Xiao sejak ia berusia sembilan tahun.

Buku catatan tersebut ditulis Xiao dengan judul 'Uang untuk dikembalikan ke
ayah saat 20 tahun'. Gadis kecil asal Nantou, Taiwan ini punya alasan di balik tindakannya itu. Untuk mengingat uang hasil jerih payah yang dikeluarkan ayahnya dan telah berjuang demi kesejahteraan keluarga dalam kemiskinan, Xiao bertujuan mengembalikan semua uang itu kepada ayahnya ketika ia berusia 20 tahun.

Sejak orangtuanya bercerai, ayah Xiao menjadi satu-satunya tulang punggung yang harus menghidupi lima anggota keluarganya. Sang ayah pun bekerja sebagai pandai besi di sebuah konstruksi di Kabupaten Changhua. Untuk meringankan beban di pundak ayahnya, Xiao bahkan mengambil tanggung jawab untuk merawat kakeknya yang terbaring sakit di tempat tidur.


Pada buku catatan pengeluarannya itu, gadis yang bercita-cita menjadi pelatih olahraga ini merinci antara keinginan dan kebutuhannya. Menurut Xiao, keinginan adalah apa yang ia inginkan, dan ia menggunakan uangnya sendiri untuk mencapainya. Sementara itu, kebutuhan merupakan biaya yang ditanggung oleh ayahnya, yang mencakup biaya pendidikan dan biaya pelajaran taekwondo-nya.

Tak hanya bijaksana, rupanya gadis kecil yang cerdas ini kerap menjuarai kompetisi taekwondo dan renang.Xiao pun berhasil memenangkan medali dan hadiah uang tunai. Dengan hadiah uang tunai yang diperolehnya, ia kemudian membagi uang itu menjadi tiga bagian. 20 persen untuk keinginanXiao, 30 persen untuk membayar kembali uang yang telah dikeluarkan ayahnya, dan 50 persen untuk tabungan.

Anggi Mayasari
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Rabu, 21 Maret 2018

Tips Agar Kerja Lebih Semangat & Produktif Setelah Libur Panjang

Libur akhir tahun dihabiskan banyak orang untuk kumpul bersama keluarga dan kerabat. Ketika libur sudah usai, rasa malas untuk bekerja seolah menghantui beberapa orang. Daripada kerja tak menjadi produktif setelah libur panjang karena lebih mengedepankan rasa malas, berikut tips agar bekerja menjadi lebih semangat dan produktif.


1. Mulai Hari dengan 3 M 
Agar kembali semangat kerja setelah libur panjang, mulai hari dengan 3 M. 3 M yang dimaksud adalah movement, mindful eating dan minimizing. Artinya Anda dianjurkan untuk banyak bergerak, makan dengan benar, serta meminimalisir gangguan.
Saat pagi, mulailah hari dengan olahraga kemudian sarapan dengan makanan yang bergizi dan pelan-pelan. Hindari pula distraksi seperti musik, acara televisi, atau pertengkaran agar Anda lebih fokus. 

2. Rencanakan Hang Out Setelah Pulang Kerja
Rencanakan hang out setelah pulang kerja agar semangat pergi ke kantor. Sebagai contoh, pergi ke kafe atau restoran baru yang bisa membuat mood kembali ceria. Selain itu, dinner romantis atau menonton bareng pasangan juga bisa menjadi alternatif. Hal ini bisa membuat Anda lebih semangat dan produktif dalam bekerja.

3. Jangan Lewatkan Sarapan
Jangan sampai melewatkan sarapan jika tidak ingin merasa lelah seharian di kantor. Sarapan bisa membangun energi dalam tubuh Anda. Hindari juga mengonsumsi makanan yang berlebihan saat makan siang agar Anda tidak merasa ngantuk dan akhirnya membuat diri sendiri malas menyelesaikan pekerjaan.

4. Berbagi Cerita dengan Rekan Kerja
Sesudah berekreasi, jangan mengisolasi diri Anda dengan tidur sambil menikmati nuansa waktu liburan. Anda perlu menjalin komunikasi dengan rekan kerja untuk berbagi pengalaman traveling yang menyenangkan. Ini akan membantu Anda kembali fokus pada kegiatan sehari-hari.

5. Banyak Minum Air Mineral
Perbanyaklah minum air mineral. Selama liburan mungkin Anda lebih sering minum minuman manis dan bersoda daripada air mineral. 

Hari ini adalah saatnya mengembalikan hidrasi tubuh agar besok kembali semangat kerja. Dianjurkan pula untuk menghindari makanan asin dan lebih memilih kacang atau jeruk sebagai camilan.

Arina Yulistara
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

10 Kemampuan Kerja Wajib Punya Agar Siap Saing di 2020

Sebelumnya, para pakar memperkirakan jika persaingan kerja akan lebih ketat di tahun 2020. Persaingan pun bukan hanya dengan sesama tenaga kerja namun mesin dan komputer. Karenanya, para profesional disarankan untuk meningkatkan kemampuan agar bisa bersaing dan lebih sukses dua tahun mendatang. 

Riset pun dilakukan World Economic Forum (WEF) untuk melihat kemampuan apa yang paling dibutuhkan perusahaan di tahun 2020. Penelitian tersebut dilakukan kepada 350 profesional eksekutif di sembilan industri. Berikut sepuluh kemampuan kerja yang perlu Anda miliki tersebut:

1. Pemecahan Masalah Kompleks
Teknologi bisa membuat hidup lebih mudah namun bisa juga menyulitkan, terutama bagi yang mengembangkannya. Untuk bisa bersaing dengan mesin, komputer, dan intelegensi buatan di 2020, Anda pun harus bisa memecahkan masalah kompleks yang ditimbulkannya. Dikatakan jika 36% pekerjaan di 2020 membutuhkan kemampuan tersebut.

2. Pemikirian Kritis
Dibutuhkan pula orang-orang yang bisa berpikir kritis. Dikatakan jika perusahaan perlu SDM (Sumber Daya Manusia) yang bisa menggunakan mesin dengan kritis yakni dapat memakai juga bisa mengevaluasi. Dengan begitu diharapkan fungsi mesin bisa lebih menguntungkan perusahaan. 

3. Kreativitas
Dunia juga akan semakin memerlukan ide-ide kreatif. Penelitian di 2015 menyebutkan jika kreativitas menjadi kemampuan wajib punya ke-10. Namun dalam lima tahun, peringkatnya hingga ke tiga besar berkat hadirnya teknologi yang semakin baru dan canggih. 

4. Manajemen SDM
Bukan hanya mengolah mesin dan komputer, kemampuan dengan sesama manusia juga dibutuhkan di 2020. Hasil riset menunjukkan jika perusahaan butuh pekerja yang bisa memotivasi orang lain hingga mengembangkan talenta mereka. Kemampuan ini paling dibutuhkan oleh manajer di industri media dan energi.

5. Koordinasi
Orang yang bisa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan baik banyak diperlukan perusahaan di 2020. Kemampuan bersosialisasi dibutuhkan karena memudahkan kolaborasi yang diharapkan bakal menghasilkan keuntungan lebih. 

6. Intelegensi Emosi
Meski industri kerja banyak melibatkan mesin, kemampuan mengolah emosi tetap dibutuhkan. Di 2020, perusahaan akan memilih orang-orang yang dapat mengatur emosinya sendiri dan mengerti pula perasaan orang lain. 

7. Pembuatan Keputusan
Ke depannya, perusahaan akan semakin banyak mengumpulkan data. Karena itu, diperlukan seseorang dengan kemampuan membuat keputusan yang cepat dan tepat untuk menganalisa dan menggunakan data itu dengan baik. Kemampuan ini terutama dibutuhkan di industri yang bergerak dengan cepat. 

8. Orientasi Jasa
Di 2020, profesional pun diharapkan untuk tidak semata-mata hanya peduli dengan pekerjaan. Dibutuhkan juga mereka yang punya orientasi menolong sesama terutama rekan. Orang seperti itu dianggap akan lebih membantu mengembangkan perusahaan.

9. Negosiasi
Kemampuan bernegosiasi dikatakan akan sangat dibutuhkan pada pekerjaan terkait komputer dan matematik. Apalagi untuk mereka yang mengurusi analisis data dan pengembangan software. 

10. Fleksibilitas Kognitif
Kognitif yang fleksibel membutuhkan kreativitas, berpikir logis, dan sensitivitas pada masalah. Kemampuan itu juga mengharuskan Anda untuk bisa beradaptasi terhadap cara berkomunikasi pada orang lain. Perusahaan ingin Anda bisa menyesuaikan cara komunikasi pada karakteristik orang yang berbeda agar pesannya sampai.

Rahmi Anjani
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Nyalakan semangatmu !

Hai sahabat, bagaimana kabarnya? Semoga sehat dan baik selalu ya. Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini memang sangat berpengaruh bagi ...