Selasa, 05 Februari 2019

Tips CT Agar Milenial Jadi Pengusaha Sukses: Jangan Tidur Mulu

Founder & Chairman of CT Corp Chairul Tanjung (CT) berbagi tips kepada anak muda milenial Makassar untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Seorang pengusaha haruslah bekerja keras dan siap menerima kegagalan.

Hal ini dikatakan CT saat menjadi pembicara bersama anak perempuannya Putri Indahsari Tanjung pada acara Creativepreneur di hotel Four Point Makassar, Sulsel, Sabtu (2/2/2019).

"Syaratnya jangan tidur mulu. Kenapa? Karena siapa yang bekerja lebih keras dan waktu lebih panjang akan mendapatkan hasil yang lebih baik," kata CT yang disambut tepuk tangan dan tawa para hadirin yang hadir.

Bekerja dalam waktu panjang, kata CT memiliki maksud agar orang-orang memiliki waktu yang banyak untuk berfikir merencanakan pengembangan usaha yang akan dijalankannya. Dia pun mencontohkan dirinya yang bekerja hingga 16 jam per hari saat merintis usahanya.


"Dan itu sampai sekarang. Kalau Jumat dan Sabtu ke luar daerah," ungkapnya.

"Jadi memang kesuksesan tidak bisa didapat kalau Anda tidak bekerja. Tuhan Maha Adil, siapa bekerja lebih kertas, lebih cerdas pasti hasilnya baik," sambungnya.

Baca Juga : Hindari Mengucapkan 3 Hal Ini Jika Ingin Cepat Naik Gaji

Dia mengatakan kegagalan adalah bagian dari setiap pengusaha. Oleh karenanya, CT berpesan kepada anak muda milenial untuk tidak mudah putus asa dan galau atas setiap kegagalan yang datang dalam menjalankan usahanya.

"Gagal bukan masalah. Asal mau belajar dari kesalahan. Jadi pengusaha itu cuman satu rumusnya, sukses atau gagal," pesan CT.

Muhammad Taufiqqurahman  
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Senin, 04 Februari 2019

Saran dari Jack Ma untuk Millenial yang Suka Pindah-pindah Pekerjaan

Sebagai salah satu orang terkaya dan sukses mengembangkan bisnisnya, setiap saran dari Jack Ma tentu patut didengarkan. Beberapa waktu lalu bos Alibaba tersebut mengungkap opininya mengenai millennial yang sering pindah-pindah pekerjaan. Meski tak selalu salah, terlalu sering keluar-masuk perusahaan juga kurang bagus apalagi untuk awal karier. Begini saran dari Jack Ma. 

Jack Ma mengungkap tips untuk para millennial yang baru mulai bekerja ketika menghadiri World Economic Forum di Davos, Swiss. 

Ia pun secara gamblang menyatakan bahwa anak-anak muda tidak seharusnya sering pindah perusahaan. Pria asal China tersebut pun menganjurkan agar mereka mencari pekerjaan yang baik sejak awal karier. Apalagi menurutnya pekerjaan pertama adalah yang paling penting.

Baca Juga : Hanya 30 Detik, Kebiasaan Para Wanita Sukses Ini Patut Anda Ikuti

"Kamu seharusnya menemukan bos yang baik yang bisa mengajarkanmu menjadi seorang manusia, bagaimana melakukan hal-hal dengan baik, bagaimana melakukan hal-hal dengan pantas. Dan bertahanlah di sana. Berikan dirimu sendiri sebuah janji: Aku akan bertahan untuk tiga tahun," kata Jack Ma. 

Pria 54 tahun itu pun menekankan bahwa besar kecil atau prestis tidaknya sebuah perusahaan tidaklah terlalu penting. Yang penting adalah bagaimana anak-anak bisa belajar dan berkembang di perusahaan tersebut. 

Baca Juga : Hindari Mengucapkan 3 Hal Ini Jika Ingin Cepat Naik Gaji

Jack Ma sendiri bertahan hingga enam tahun untuk pekerjaan pertamanya sebagai dosen bahasa Inggris di universitas. Sebelumnya lulusan sebuah institut pengajar Hangzhou tersebut memang sudah berjanji pada presiden universitas untuk bertahan beberapa waktu dan menepati janji tersebut meski banyak tawaran menarik datang. 

Jack Ma pun mengungkap bagaimana ia belajar menjadi guru yang baik hingga berkomunikasi dengan para mahasiswa. Hal tersebut pun menjadikannya 'tenang'. Enam tahun kemudian, Jack Ma keluar dan meluncurkan bisnisnya sendiri yakni Alibaba. Tahun lalu perusahaan tersebut bernilai $420 juta atau Rp 5,8 triliunan meski mengaku akan turun sebagai executive chairman di 2019.

"Aku melihat banyak bencana, banyak masalah. Ketika kamu berusia 20an, kamu tidak tahu apa yang kamu lakukan. Kamu punya banyak ide. Kamu berpikir kamu bisa melakukan apapun. Tapi sebenarnya kamu tidak bisa melakukan apapun," ungkap Jack Ma yang menilai jika anak muda lebih baik belajar dulu dari mentor dan bos yang sudah berpengalaman.

Rahmi Anjani 
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Minggu, 03 Februari 2019

Sukses Anak Muda Dari Mengunjungi Orang Kaya dari Rumah ke Rumah

Setiap orang punya jalan masing-masing dalam mencapai kesuksesan. Seorang pria pun mengisahkan cara uniknya sukses mendapatkan pekerjaan bagus. Pria bernama Reggie Nelson tersebut mengaku meminta saran dari orang-orang sukses dan kaya. Ia menanyakan satu per satu ke rumah para jutawan tentang bagaimana cara menghasilkan uang dan tinggal di kawasan elite.

Beberapa tahun lalu, Reggie adalah remaja yang dikeluarkan dari SMA. Namun ia bertekad kuat untuk meraih kesuksesan. Ia pun punya ide untuk mendatangi rumah orang kaya lalu meng-Google kawasan kaya di daerah Kensington dan Chelsea, London, Inggris. Setelah menemukan daerah perumahan elite, Reggie pergi ke sana untuk langsung meminta saran dari para pemiliknya.

Baca Juga : Hanya 30 Detik, Kebiasaan Para Wanita Sukses Ini Patut Anda Ikuti

Reggie pun menyambangi rumah-rumah tersebut dengan kalimat yang sama. "Namaku Reggie dari London Timur. Aku datang ke Kensington dan Chelsea karena aku meriset ini adalah area terkaya di Inggris dan aku hanya ingin tahu apa kemampuan dan kualitas yang kamu punya yang membuatmu tinggal di area kaya seperti ini jadi aku bisa mengambil kesimpulan dan menggunakanya untuk diriku sendiri," kata Reggie dilansir Metro.

Berkat cara unik dan kegigihannya, Reggie berhasil mendapatkan pekerjaan dari berbicara dengan seorang pemilik rumah. Ia diundang untuk masuk ke rumah oleh wanita bernama Elizabeth yang merupakan istri Quintin Price, pekerja firma investasi BlackRock. Reggie kemudian diminta untuk datang ke kantor tersebut untuk mencoba bekerja.

Baca Juga : Hindari Mengucapkan 3 Hal Ini Jika Ingin Cepat Naik Gaji

Quintin lalu mendorong Reggie untuk masuk universitas. Ia kemudian kuliah untuk belajar Ekonomi dan bahasa Mandarin hingga sempat empat kali kerja magang. Setelah lulus, ia mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan manajemen investasi. Semua itu berkat usaha Reggie mencari kesuksesan dari rumah ke rumah.

"Aku masih sekolah ketika itu dan berpikir, 'bagaimana aku bisa melakukan sesuatu yang berbeda?' Aku punya ide itu selama beberapa minggu tapi butuh waktu untuk berani keluar dan melakukannya. Ketika aku keluar kereta Gloucester Road, aku hanya melihat mobil-mobil mahal, Ashton Martins dan Mercedes berjajar di jalan. Kemana pun kamu melihat terlihat seperti uang. Aku berlatih sebelum pintu terbuka. Dan itu berhasil," katanya.

Kini Reggie bisa dikatakan telah sukses. Sebagai bentuk balas budi, sekarang ia juga menjadi mentor untuk anak-anak muda yang membutuhkan di sebuah komunitas. Reggie pun memberi pesan pada orang-orang yang pernah bernasib serupa dengannya dulu. 

"Untuk siapapun dengan posisi sama denganku aku ingin bilang terimalah penolakan yang bisa jadi membuatmu sukses. Dan ketuklah pintu yang tepat dan bekerja keras," tutur Reggie. 

Rahmi Anjani 
Sumber 

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Kamis, 19 Juli 2018

Ini yang Perlu Dilakukan Wanita Agar Setara dengan Pria di Dunia Kerja

Kesetaraan gender masih menjadi masalah di dunia kerja. Perusahaan pun dianggap belum memprioritaskan masalah ini sehingga banyak wanita kesulitan menyamai dominasi pria. Padahal kesetaraan gender dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif hingga meningkatkan produktivitas. Lalu apa yang perlu dilakukan untuk mendukung kesetaraan gender di dunia kerja?

Sebuah riset pun dilakukan untuk menemukan jawabannya. Penelitian dilakukan oleh perusahaan Accenture kepada 22 ribu pekerja, 700 di antaranya dari Indonesia. Berdasarkan riset terungkap ada 40 faktor yang bisa mendukung wanita dan kesetaraan gender di lingkungan profesional. Faktor-faktor itu pun kemudian dibagi menjadi tiga kategori berikut:

1. Kepemimpinan Tegas
Penelitian dilakukan demi mengungkap apa yang sebenarnya dibutuhkan agar tercipta kesetaraan gender di perusahaan. Salah satu yang terpenting adalah usaha dan dukungan dari perusahaan itu sendiri. Berdasarkan riset, kesetaraan gender akan tercipta saat masalah tersebut benar-benar diprioritaskan dan disampaikan kepada semua karyawan. Disarankan pula agar aturan mengenai kesetaraan gaji dibuat lebih jelas.

"Selama ini aturan mengenai kesetaraan gaji hanya 'nato' saja, no action talk only," ungkap Neneng Goenadi selaku Country Managing Director Accenture Indonesia saat memaparkan riset 'Getting to Equal 2018' di Le Meridien, Jakarta Pusat.

Baca Juga: 8 Rahasia untuk Mencapai Karir yang Sukses

2. Tindakan Komprehensif
Untuk mencapai kesetaraan gender di perusahaan dibutuhkan juga tindakan yang komprehensif. Diharapkan perusahaan bisa membuat progres demi meminimalisir ketimpangan antara pekerja wanita dan pria dalam mengejar karier. Menurut Neneng, perusahaan perlu mendukung adanya women's network atau komunitas wanita dan mendukung para pria untuk mengambil parental leave.

"Contohnya di perusahaan kami Accenture, ada network untuk ibu muda bisa saling share. Ada juga untuk senior manager agar bisa meningkatkan karier mereka sehingga bisa bertanya dan berbagi mengenai tantangan. Selain itu, ada women's mentoring program untuk mahasiswa. Tapi kelemahan wanita di dunia memang nggak enakan jadi harus di-encourage. Kalau tidak ada ya ciptakan sendiri," jelas Neneng.

"Sedangkan untuk parental leave menjadi penting karena kesetaraan gender bukan hanya mengenai perempuan tapi juga laki-laki. Parental leave yang dibutuhkan bukan hanya tiga atau empat hari. Kalau wanita dapat tiga bulan, paling tidak sebaiknya laki-laki bisa cuti satu setengah bulan," tambahnya.

Baca Juga: Motivasi : Apa Yang Menyebabkan Karir Seseorang Cemerlang?

3. Lingkungan yang Memberdayakan
Kesetaraan gender juga perlu didukung dari lingkungan. Untuk menciptakan lingkungan ramah kesetaraan perusahaan pun diminta untuk tidak menyuruh pegawai mengubah penampilan. Berdasarkan riset, wanita lebih berkembang ketika mereka dibebaskan berpenampilan. Disarankan pula agar perusahaan mendukung fleksibilitas jam kerja, memberi training, hingga menyediakan wadah untuk melaporkan pelecehan seksual.

Namun usaha perusahaan saja tidak akan cukup untuk menciptakan kesetaraan gender. Dibutuhkan pula usaha dari wanita itu sendiri untuk mau berkompetisi agar menyamai dominasi pria. Agar lebih banyak wanita yang mencapai posisi tinggi di perusahaan, aga tiga hal yang bisa dilakukan.

"Pertama gunakan teknologi. Wanita Indonesia lebih banyak menggunakan teknologi untuk chatting. Padahal itu bisa kita gunakan untuk menajamkan kemampuan kita. Kedua adalah dengan mendapatkan training. Kalau tidak disediakan perusahaan, kita bisa mencari sendiri. Ketiga adalah gabung dengan women's network. Kalau tidak ada, wanita bisa ciptakan sendiri, harus proaktif," kata Neneng.

Rahmi Anjani 
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Rabu, 11 April 2018

8 Rahasia untuk Mencapai Karir yang Sukses

Kesuksesan butuh usaha yang tidak bisa datang bak sulap dan secepat kilat. Ada proses dan perjuangan keras untuk meraihnya. Namun, Kamu tak perlu takut dan pantang menyerah untuk mengejar kesuksesan. Nah, bagi Kamu yang ingin sukses dalam karir, inilah rahasia yang mungkin bisa mulai kamu terapkan. 

1. Izinkan dirimu untuk gagal 
Kegagalan memang menyakitkan tetapi sebenarnya adalah jalan menuju kesuksesan. Chanie Wilschanski, seorang pelatih kepemimpinan untuk anak usia dini, berkata, memaksa diri untuk keluar dari zona nyaman akan membantu kita mengembangkan keterampilan baru dan mendorong kita untuk mengambil lebih banyak risiko. "Kamu perlahan mulai merasa lebih nyaman dengan proses 'gagal maju' ini. Kamu mungkin tidak akan menang tetapi Kamu masih terus melangkah maju," ucapnya.
 
Berjanjilah pada diri sendiri sekali dalam seminggu, Kamu akan mencoba sesuatu yang baru, sehingga Kamu tidak takut akan kegagalan. Misalnya, cobalah kesampingkan sifat introvertmu dan bergabunglah dengan rekan kerja lainnya untuk makan siang. Yah, Kamu bisa melakukannya setidaknya sekali saja dalam seminggu. Kamu juga bisa mencoba bertanya pada atasan tentang tugas tertentu yang bisa kamu kerjakan. "Jika usahamu tidak berhasil, coba pandang ini sebagai jalan terbukanya kesempatan kedua bukan sebuah kegagalan," kata Wilschanski. 

Baca Juga : Hanya 30 Detik, Kebiasaan Para Wanita Sukses Ini Patut Anda Ikuti

Begitu Kamu menerima bahwa hasilnya mungkin tidak seperti yang Kamu harapkan, Kamu akan memiliki kebebasan untuk mencoba hal-hal baru. Bahkan mulai berkembang di area yang dulu merupakan kelemahan dalam dirimu. 

2. Mintalah bantuan rekan kerja sebelum atasan 
Ketika Kamu menemukan tugas yang sangat berat, mungkin Kamu akan langsung berpikir untuk langsung meminta bantuan atasan. Namun, sebaiknya Kamu meminta ide dari rekan kerja terlebih dahulu sebelum meminta saran dari atasanmu. Setelah itu, baru Kamu ajukan ide tersebut pada atasanmu. Cara ini akan membuatmu mengenali kekuatan rekan kerjamu dan menambah kekompakan dalam tim. Ini juga akan menambah nilaimu di mata atasan. "Saat ada promosi, Kamu berada di 'radar' bosmu sebagai seseorang yang pekerja keras dan pekerja hebat," kata Wilschanski. 

3. Ramah terhadap rekan kerja 
Rekan kerja bukanlah pesaing tetapi mereka adalah timmu. Bekerja dengan tim mendorong orang lain untuk melangkah maju sebaik mungkin, membawa ide yang lebih baik dan hari kerja yang lebih menyenangkan. "Ini memberi bos banyak kegembiraan. Perusahaan merasa berbeda saat pekerjanya saling bersahabat," ucap Wilschanski. Sebagai permulaan, menurut Wilschanski, sebisa mungkin Kamu harus menjaga perkataan yang tak sopan. Lalu, Kamu bisa mencoba mengajak rekan kerjamu untuk makan siang bersama atau menawarkan bantuan saat ada rekan kerja yang kesusahan. Baca: Orang yang Semangat Bangun Pagi Lebih Sukses 

4. Jangan takut terlihat lemah 
"Alasan orang takut meminta pertolongan adalah mereka takut terlihat tidak kompeten," kata Wilschanski. Jika Kamu terjebak dalam kesulitan, meminta bantuan bisa menjadi satu-satunya cara untuk melangkah maju. Untuk mendapatkan dorongan tanpa merasa lemah, coba hampiri rekan kerja atau atasanmu dengan sejumlah solusi dan bukan hanya memberikan pertanyaan. "Lakukan semua pekerjaan yang Kamu bisa sebelum meminta pertolongan dan siapkan beberapa gagasan untuk menunjukan pemikiran kreatifmu," kata Wilschanski.

5. Memberi ide saat rapat 
Jika Kamu seorang introvert, Kamu mungkin benci untuk menyatakan pendapat saat rapat. Gugup saat berbicara di depan banyak orang itu wajar. Tapi, jangan sampai rasa gugup itu menghalangi semua ide brilian dalam kepalamu. "Orang paling pendiam biasanya memiliki gagasan paling cemerlang," ucap Wilschanski. Nah, agar mempermudah dirimu saat mengajukan pendapat, Wilschanski menyarankan agar Kamu meminta bantuan temanmu untuk membuat sesi atau menyediakan waktu agar kamu bisa mengungkapkan ide-idemu. Misalnya, jika Kamu sedang dalam rapat untuk mendiskusikan sebuah proyek yang sangat Kamu minati, mintalah rekan kerja tersebut untuk mengatakan bahwa Kamu memiliki ide cemerlang di hadapan semua peserta rapat. Berikan dirimu kesempatan untuk menyiapkan semua hal yang membuatmu terlihat kuat di hadapan banyak orang. 


6. Pelajari bagaimana rekan kerjamu ingin dihargai 
Menunjukkan apresiasi membuat semangat dalam tim semakin meningkat dan mendorong mereka untuk terus bekerja dengan lebih baik. Mengatakan 'terima kasih' adalah sebuah permulaan, namun mengetahui bagaimana setiap orang suka 'diakui' dapat membuatmu menonjol di mata mereka. "Beberapa orang menyukai ketika setiap orang bertepuk tangan untuk mereka dalam sebuah pertemuan, sementara yang lain lebih suka mendengar pujian yang diucapkan secara pribadi," kata Wilschanski. Lalu, jika rekan kerjamu suka diberi pujian secara pribadi, Kamu bisa mencoba memberikannya kejutan kecil seperti memberinya kue sebagai apresiasi atas prestasi yang diraihnya. 

Baca Juga : Hindari Mengucapkan 3 Hal Ini Jika Ingin Cepat Naik Gaji

7. Jangan takut untuk sedikit membual 
Jika Kamu telah bekerja keras untuk berubah menjadi lebih baik, Kamu pasti merasa frustasi saat usahamu ini tidak diakui oleh atasanmu. "Hanya karena manajermu belum memberi selamat kepadamu karena proyek yang Kamu kerjakan telah selesai lebih awal, atau karena melakukan pekerjaan ekstra tidak berarti dia tidak memperhatikannya," kata Wilschanski. Demi memastikan kerja kerasmu tidak luput dari perhatian, coba tunjukan hal tersebut dengan cara yang sopan. Buatlah kerja kerasmu terlihat dengan mengatakan, proyek yang Kamu kerjakan benar-benar sulit. Lalu, sebutkan betapa bangganya dirimu terhadap apa yang telah Kamu lakukan untuk menyelesaikan proyek tersebut. "Kamu harus membalikan situasi untuk meraih keunggulan dan tunjukkan pada bos-mu apa yang sudah kamu lakukan," kata Wilschanski. Atasanmu akan senang dengan kerja kerasmu, dan kemungkinan akan berterima kasih atas usaha ekstra tersebut. 

8. Sering melakukan "brainstorming" 
Jika Kamu seorang atasan dan ada seorang karyawan yang datang menghampirimu untuk meminta pertolongan, mintalah dia melakukan brainstorming sebelum Kamu mendiskusikan solusinya. Tanyakan kepada karyawan tersebut apakah dia punya ide. Jika jawabannya tidak, mintalah orang tersebut untuk memikirkannya dan tinggalkanlah ruanganmu dengan alasan Kamu akan membuat secangkir kopi. "Meninggalkan ruangan memungkinkan karyawan untuk berpikir karena kehadiran bos bisa sangat menakutkan," kata Wilchanski. Menurut Wilchanski, meminta karyawan untuk 'melenturkan' otak mereka akan membuat seluruh tim lebih pintar dan lebih kreatif. Mintalah mereka mencoba teknik brainstorming untuk mengundang ide baru.

Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Selasa, 10 April 2018

7 Tips Karir Tanpa Peduli Usia

Alih-alih melakoni satu pekerjaan seumur hidup, banyak orang memiliki portofolio dengan beragam karir dengan serangkaian peran dalam jalur karir yang berbeda. Berganti karir telah menjadi norma baru dan orang semakin banyak yang mengubah karirnya, tak peduli berapa pun usianya. Kendati demikian, stereotip pekerja mapan sudah tidak berhubungan lagi dengan dunia lain masih tetap ada. Bagi mereka yang berpikir sekarang saatnya untuk beralih karir, inilah tujuh tips untuk memulainya.
1. Tentukan mengapa Kamu menginginkan perubahan karir. 
Apakah Kamu termotivasi oleh uang? Rekan-rekan yang menyebalkan? Bos yang buruk? Mengejar mimpi? Mendefinisikan motivasi akan membantu dalam menentukan apakah Kamu memerlukan perubahan karir sepenuhnya, untuk memperbaiki masalah. Atau, apakah sebuah peran baru mungkin akan cukup. Ini juga akan membantu mengingat apa yang Kamu cari saat mengevaluasi sebuah tugas dan posisi baru. 

2. Tentukan kembali diri kamu dengan "Kamu yang sesungguhnya". 
Tanyakan pada diri, apa yang kamu sukai, di mana letak kekuatan  dan apa yang memotivasi kamu. Peran apa yang memenuhi nilai-nilai mendasar kamu? 

Baca Juga : Hanya 30 Detik, Kebiasaan Para Wanita Sukses Ini Patut Anda Ikuti

3. Teliti secara seksama industri baru. 
Teliti pekerjaan apa yang ada di luar sana, yang bisa memuaskan diri sejati Kamu. 

4. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin. 
Bicaralah dengan para profesional dari industri yang kamu minati tentang seperti apa tawaran dari pekerjaan dari industri baru yang kamu sasar. Jejaring seperti LinkedIn adalah tempat yang tepat untuk mendapatkan saran semacam itu. 

5. Dapatkan opini luar yang terpercaya Seorang profesional karir berkualifikasi akan dapat membantu Kamu berusaha melewati pilihan-pilihan dan memberikan kerangka kerja untuk melangkah lebih jauh ke depan. 

6. Identifikasi kemampuan yang dapat diaplikasikan.
Sesuaikan resume dan aplikasi Kamu dengan peran baru yang anda inginkan. Ini bisa menjadi tantangan, tapi kuncinya adalah menyoroti keterampilan dan prestasi yang dapat Kamu aplikasikan di bidang yang baru. 

7. Ambil risiko.
Menaklukkan rasa takut akan hal yang tidak diketahui adalah poin yang sangat penting dalam beralih profesi ke bidang karir mana pun. Jika Kamu telah melakukan penelitian dan memastikan Kamu akan berubah karena alasan yang benar, inilah saatnya mengambil lompatan berikutnya. Masa depan pekerjaan itu tidak diketahui. Kualifikasi masih dinilai dan begitu pula pengalaman hidup dan pembelajaran mandiri.  

Baca Juga : Hindari Mengucapkan 3 Hal Ini Jika Ingin Cepat Naik Gaji

Bagaimana menambah keterampilan? 

Pertimbangkan untuk mendaftarkan diri dalam pembelajaran modul formal dan pelatihan kerja, terutama jika kamu mulai masuk ke tingkat pemula. Alih-alih memimpikan peran ideal, bergeraklah meraih karir impian. Kamu tidak harus dipekerjakan sebagai jurnalis untuk menjadi seorang blogger. Kamu tidak perlu mendapatkan pelatihan IT untuk membangun sebuah website. Dengan bantuan teknologi, memperbaharui keahlian tidak pernah semudah sekarang ini. Butuh kualifikasi baru? Daftarkan diri pada kursus online. Kesempatan hanya dibatasi oleh kesediaan Kamu untuk menjangkau mereka. Dan, jika Kamu masih menganggap diri terlalu tua untuk melakukan perubahan karir, lihatlah Ruth Flowers, seorang nenek di Inggris yang berhasil mendapatkan pekerjaan menjadi DJ. 

Bagaimana kalau saya gagal? 
Rasa takut akan kegagalan sering menghentikan langkah kita untuk mencoba. Banyak orang sukses mengalami kegagalan dalam prosesnya, tapi aturan utama kewiraswastaan adalah merayakan kegagalan, karena itu akan membantu kamu memahami apa yang tidak boleh dilakukan. Jika Kamu menginginkan bisnis sendiri, Kamu bisa memulainya dengan waktu sendiri sambil mempertahankan pekerjaan yang ada. Dengan begitu, kamu tidak perlu "kehilangan pendapatan" saat membangun kerajaan baru. Tak tahu harus memilih karir apa Jika Kamu ingin berganti karir namun tak tahu apa yang harus dipilih, maka menemui konsultan karir akan membantu kamu menemukan arah baru. Mereka ahli dalam memahami bagaimana gairah dan atribut Kamu akan mengarah pada karir yang akan membuat Kamu merasa utuh. 

Mereka juga akan memberi tahu langkah-langkah apa yang harus diambil dan berapa lama kemungkinan proses perjalanan itu berlangsung. Jadi mengapa bertahan di tempat Kamu bekerja sekarang, jika tidak membuat hati bahagia? Lakukan tindakan, bicaralah dengan orang-orang yang mengenal kamu, dan habiskan waktu berharga kamu untuk melakukan apa yang kamu cintai.

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Senin, 09 April 2018

Satu Hal Ini yang Bikin Wanita Indonesia Susah Naik Jabatan Jadi Bos

Kedudukan wanita belum bisa dibilang setara dengan pria di dunia kerja. Meski banyak mengalami kemajuan, belum banyak wanita yang menduduki posisi tinggi di perusahaan. Tak selalu karena kurangnya dukungan perusahaan atau keluarga, kadang-kadang hambatan wanita dalam mengejar karier datang dari diri sendiri. Menurut para leader, ada satu hal yang sering jadi penghalang mereka naik jabatan yakni mental block.

Hal tersebut disampaikan Sandi Witomo selaku General Manager Adis Dimension Footwear dalam diskusi panel yang diselenggarakan Accenture. Dalam acara
yang digelar Jumat, (23/3/2018) tersebut, Sandi berpendapat jika wanita sering terhalang oleh pikirannya sendiri bahwa mereka tidak bisa melakukan lebih. Sebagai pemimpin di perusahaan dengan banyak pekerja wanita, ia mengaku jika mindset adalah salah satu penghambat mereka mengejar karier.

"Mental block menjadi challenge terbesar mereka. Harus di-encourage untuk mengubah mindset bahwa mereka bukan hanya bisa tampil apa adanya tapi juga lebih baik lagi kalau ada kemauan. Mereka umumnya sudah ada kemampuan tapi bagaimana supaya meningkat," ungkap Sandi.

Baca Juga : 7 Tanda Kamu Calon Orang Sukses yang Mungkin Tak Disadari

Hal tersebut ternyata disetujui para pemimpin lainnya yang hadir dalam panel. Menurut Sripeni Inten Cahyani, wanita sering merasa cukup sehingga tidak terlalu berambisi mengejar karier. "Wanita sering menyasar (untuk bekerja) BUMN karena nyaman dan penghasilannya cukup. Tapi akhirnya prestasinya so so karena nggak ada ambisi padahal tidak ada hambatan," kata President Director PT Indonesia Power itu. 

Ketika ditawarkan posisi tinggi, banyak wanita yang juga merasa tidak mampu. "Waktu saya mencari general manager bahkan ada yang harus dipaksa. Saya harus meyakinkan bahwa dia mampu. Caranya pun melingkar. Saya jelaskan bahwa ini bukan masalah gender tapi kompetensi," tambahnya.

President Commissioner PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Dr. Hendri Saparini menemukan hal serupa. Menurutnya, wanita memang masih punya banyak 'PR' terutama dalam hal mindset terkait mengejar karier. Ia pun menyarankan agar wanita berani mengambil kesempatan. "Ambil kesempatan dan gunakan teknologi, kita berinisiatif adalah cara untuk mendorong keberagam gender," tuturnya.

Baca Juga : Bagaimana Cara Mencapai Level Mengagumkan?

Keengganan wanita dalam mengejar karier juga dirasakan Tiffany Robyn Soetikno yang merupakan COO PT. Global Urban Esensial. Millennial yang telah menjabat sebagai co-founder beberapa startup ini menemukan jika beberapa wanita kurang ambisius dalam mengejar karier. 

"Cowok lebih ambisius dan punya target dan passion. Biasanya perempuan cari kerja yang secure jadi mereka nggak shine bright dan nggak peduli posisi tinggi atau nggak. Banyak yang ingin fulfilling role as a woman sebagai good mother atau goodwife," tutur co-founder aplikasiTemanBumil, GueSehat, dan owner Go Apotik ini.

Rahmi Anjani 
Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Nyalakan semangatmu !

Hai sahabat, bagaimana kabarnya? Semoga sehat dan baik selalu ya. Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini memang sangat berpengaruh bagi ...