Minggu, 12 Mei 2019

10 Tipe Bos di Kantor, Tipe Seperti Apa Bos Anda?

Suka tidak suka, mau tidak mau, dalam bekerja, Anda harus bisa bekerja sama dengan si Bos. Namun, tak bisa dipungkiri, terkadang tak mudah untuk bisa 'klop' dengan si bos.

Anda harus memiliki cara tersendiri agar saling merasa nyaman satu sama lain. Ini menjadi sangat penting karena sangat berpengaruh pada kenyamanan kerja dan juga kelangsungan karir Anda. Nah, agar bisa menyatu dengan si bos, kenali dulu 10 tipe bos ini dan cara menghadapinya:

1. Si lemah lembut

Bos dengan tipe yang lembut biasanya adalah orang yang selalu memberikan kesempatan, bahkan jika anak buah berbuat kesalahan. Bos semacam ini sangat baik pada karyawan, namun hati- hati jika Anda menyalahgunakan kesempatan dan kepercayaan yang diberikannya, si bos ini akan menjadi orang yang sangat kejam.

Baca juga : 7 Tips Karir Tanpa Peduli Usia

Untuk kebaikan Anda dan perusahaan, kadang Anda harus lebih agresif dan inovatif dari pada si bos. Siapa tahu, dengan melihat kerja Anda yang bagus, si bos akan memberikan rekomendasi kenaikan jabatan untuk Anda.

2. Si licik

Bos dengan karakter licik memiliki ciri-ciri yaitu suka membual dan mengakui pekerjaan orang lain. Bos ini sering mengatakan hal-hal yang tidak pernah dilakukannya, membatalkan janji, dan suka memberikan iming-iming. Sayangnya, Anda tidak pernah mendapatkan apa pun yang pernah dia janjikan.

Untuk menghadapi bos jenis ini, yang Anda perlu lakukan adalah menyelesaikan pekerjaan Anda. Jangan mempercayai kata-kata si bos, apalagi jika dia memberikan harapan palsu sebagai imbalan terhadap sesuatu yang harus Anda kerjakan. Jika si bos pernah menjanjikan promosi pada Anda, maka jangan biarkan dia terus mengelak. Tagih terus janjinya agar dia tidak lagi memiliki alasan untuk mematahkan harapan Anda.

3. Si misterius

Bos misterius biasanya selalu menutup rapat pintu ruangan kerjanya dan Anda hanya bisa berkomunikasi dengannya melalui pesan. Kegiatan bos misterius jarang terlihat. Mungkin mereka sibuk untuk perjalanan bisnis, atau mungkin juga sedang bersantai di rumah. Tidak ada yang tahu. Sayangnya, Anda mungkin harus menjadi salah satu orang yang bertanggung jawab ketika suatu hal buruk terjadi pada perusahaan.

Untuk membuatnya menyadari kehadiran Anda, Anda perlu memberi jarak padanya. Berikan waktu padanya untuk mengenal dan melihat kinerja Anda. Artinya, Anda harus benar-benar bersabar menghadapi si misterius ini. Namun, selesaikan tugas dengan sungguh-sungguh sampai ia menyadari Anda layak diperhitungkan.



4. Bos bermuka dua

Orang yang bermuka dua sudah pasti sangat menyebalkan, apalagi jika dia seorang bos. Jika kebetulan Anda menghadapi bos seperti ini, Anda harus tahu bahwa semua senyumnya palsu dan dia sering sembunyi tangan ketika suatu kesalahan dia lakukan.

Bos seperti ini biasanya juga suka mencampuri urusan pribadi dan bergosip ke sana ke mari untuk mendapatkan muka di mana-mana. Kadang dia juga suka merendahkan kemampuan orang lain.

Yang harus Anda lakukan untuk menghadapi bos semacam ini adalah menjaga jarak dengannya. Jangan terpancing untuk memberikan informasi yang tidak penting diketahuinya, apalagi mengenai diri Anda. Tetap lakukan kewajiban Anda sebaik mungkin dan selalu siapkan mental Anda jika sewaktu-waktu si muka dua ini menyerang.

5. The buddy

Bos yang satu ini sebetulnya tidak ingin menjadi bos Anda, melainkan seperti sahabat atau teman. Tapi ia justru membuat karyawan serba salah karena ia selalu ingin dekat dengan karyawan. Bahkan tak segan mengajak Anda menonton atau menceritakan cerita lucu yang sebenarnya tidak lucu.

Baca juga : 8 Rahasia untuk Mencapai Karir Yang Sukses

Untuk membuatnya tetap baik pada Anda, mungkin Anda perlu sesekali tertawa pada leluconnya. Beri batasan bahwa bagaimanapun ia seorang bos, dan Anda karyawan. Tetap bicarakan masalah pekerjaan ketika Anda hanya berdua saja dengannya sehingga hal ini bisa menjadi pengalih perhatian yang baik baginya.

6. The really  bos

Tipe bos yang satu ini benar-benar layak menjadi bos. Dia memberikan fasilitas yang memudahkan setiap pegawainya untuk bekerja, memberikan himbauan yang membangun, suportif, menginspirasi, dan memiliki kecakapan yang matang.

Bos dengan tipe seperti ini adalah idaman setiap pegawai. Dia selalu memenuhi janjinya, melakukan apa yang dikatakannya, dan selalu senang melihat perkembangan karyawannya.

Anda hanya perlu menjadi pekerja yang baik dan berusaha sebaik mungkin untuk menyenangkannya. Berikan kesan yang baik untuknya dengan peningkatan kinerja Anda, dan kinerja yang baik, surat rekomendasi akan datang dengan sendirinya di meja Anda.

7. Tukang kritik

Bos yang satu ini suka meneliti sesuatu karena memiliki waktu luang yang banyak. Bos tipe ini sering curiga dan mengontrol pekerjaan Anda. Orang seperti ini membuat banyak karyawan waswas dan mempertanyakan apa yang dikerjakannya.

Untuk menghadapinya, Anda harus terus memotivasi diri untuk melakukan tugas yang lebih baik dari waktu ke waktu. Coba temukan mentor di kantor yang bisa membantu Anda, karena bertanya pada si tukang kritik mungkin bukan pilihan yang baik. Pacu diri Anda untuk selangkah di depan si tukang kritik sehingga Anda bisa membuktikan kemampuan Anda padanya.

8. Penggila jabatan

Atasan penggila jabatan biasanya pernah menjadi parasit para bangsawan. Orang ini ingin memiliki power dan pengaruh, maka ketika menjadi bos, dia ingin mendapatkan promosi hingga jabatan tertinggi.

Untuk menaklukkan bos semacam ini, Anda perlu melakukan apa saja agar tetap terlihat baik di matanya. Berikan informasi sebanyak mungkin mengenai kenaikan jabatan kepadanya, maka dia juga akan memberikan rekomendasi darinya.

9. The inovator

Bos yang memiliki sisi inovator biasanya memiliki kharisma, semangat juang, dan juga memberikan inspirasi. Sayangnya, bos semacam ini banyak berkhayal mengenai kemajuan perusahaan tanpa tahu jalan ke sana, sehingga Anda lah jembatan menuju ke jembatan itu.

Bos ini biasanya juga hanya peduli pada pekerjaan. Mungkin dia tidak memiliki keluarga, atau dia terlalu fokus pada mimpinya. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk bos semacam ini adalah mengajaknya mengobrol mengenai liburan akhir pekannya, bagaimana keadaan keluarganya, dan berharap bahwa dia mulai melihat cara hidup yang lebih berimbang.

10. The monster

Si bos tipe ini diciptakan untuk membuat dunia Anda  mencekam. Dia sering berteriak kepada Anda di depan pelanggan, berbohong mengenai Anda, dia tidak memiliki rasa malu dan peri kemanusiaan pada Anda. Bisa dibilang, Anda mendapat mimpi buruk ketika memiliki bos semacam ini.

Sayangnya, Anda tidak memiliki banyak kesempatan untuk berhadapan dengan bos semacam ini. Jika Anda kuat, jalani pekerjaan Anda sekuat tenaga, namun jika tidak, resign adalah pilihan terbaik. Lagi pula, bekerja di bawah tekanan orang semacam ini tidak akan membuat Anda berkembang lebih baik.

Nah, yang mana tipe bos Anda? Ingat ya, seperti apapun tipe atau karakter bos, Anda harus bisa menghargai dan menghormatinya. Namun jika memang Anda berhadapan dengan bos berkarakter sulit dan membuat Anda sangat tertekan serta sulit berkembang, apa boleh buat, resign adalah satu-satunya solusi.

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Sabtu, 11 Mei 2019

10 Tips Enjoy di Tempat Kerja

Jenuh dengan pekerjaanmu saat ini? It's normaly, manusiawi jika kamu bosan dengan rutinitas mu setiap hari. Termasuk dengan pekerjaanmu.

Perkerjaan yang menumpuk, rekan kerja dan suasana yang monoton tak jarang membuat seseorang mengalami kebosanan akut.

Tapi, resign bukanlah solusi. Apalagi tidak mudah mendapatkan pekerjaan lain yang lebih menyenangkan. Yup, tak ada jalan lain selain berusaha menikmati pekerjaanmu yang sekarang. Bagaimana caranya?

Kuncinya hanyalah bagaimana kamu merasa bahagia dengan pekerjaanmu. 10 tips berikut ini akan membuatmu betah sekaligus enjoy di tempat kerja. Check this out ladies!

1. Berpikir positif

Baca juga : 7 Tips Karir Tanpa Peduli Usia

Berpikir positif adalah kunci pertama untuk menikmati pekerjaanmu. Pikiran yang positif akan menjadi energi dan kekuatan positif untuk melakukan hal-hal baik. Yakinlah jika kamu bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Jangan biarkan pikiranmu berputar mengitari hal-hal negatif atau bahkan rasa khawatir terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi. Cukup fokus saja pada hal-hal menyenangkan yang membuat kamu bersemangat!

2. Jalin hubungan baik dengan teman kerja

Percaya deh, hubungan baik dengan  teman kerja akan membuat suasana kerja lebih nyaman dan menyenangkan. Tapi ingat ya ladies, hubungan baik itu akan tercipta jika kamu juga bersikap baik di lingkungan kerja. Sikap ramah, sopan, helpfull akan membuatmu disukai di tempat kerja. Otomatis kamu akan betah di kantor, dan lebih produktif.

3. Ciptakan tempat kerja senyaman mungkin

Meja kerja yang bersih dan rapih turut andil dalam membuat kamu nyaman di tempat kerja. Jangan tunggu OB untk melakukannya. So bersihkan dan rapihkan meja kerjamu sekarang juga. Kamupun juga bisa mendekor tempat kerjamu menjadi se-stylish dirimu, lho. Letakkan pigura bergambar dirimu dan pasangan atau keluarga di sudut meja. Bisa juga letakkan pot bunga hidup agar suasana lebih fresh. Jadi, semangat pun datang untuk memulai hari-harimu di tempat kerja.

4. Dengarkan musik

Musik memang selalu menjadi pilihan ampuh untuk bisa menikmati hari-hari dimanapun berada. Di sekolah, rumah, bahkan di tempat bekerja. Jadi, apapun yang kamu lakukan di tempat kerjamu, coba nyalakan lagu-lagu andalanmu. Tentunya, jangan melalui speaker tapi cukup lewat earphone saja. Kalau kamu ga nyaman dengan earphone, boleh lewat speaker tapi pasang volume yang tidak menggangu rekan kerjamu. Percaya deh musik akan membuatmu bekerja sambil tersenyum dan bahagia.

5. Olahraga ringan di sela jam kerja

Melakukan pekerjaan dengan serius itu memang penting. Tapi, bukan berarti kamu harus duduk saja memandang layar komputer berjam-jam lho. Karena duduk seharian dalam jangka waktu yang lama akan membahayakan tubuhmu. Kalau tubuhmu sakit dan lemah, mana bisa kamu merasa bahagia? Ini menjadi alasan kenapa penting banget buat melakukan olahraga ringan di kantor, seperti berdiri, berjalan, dan sekedar menggerakkan tangan, kaki, dan kepalamu. Lakukan peregangan tangan, kaki, leher selama beberapa menit. Niscaya tubuhmu akan terasa lebih rileks.

6. Konsumsi makanan dan camilan sehat di kantor

Baca juga : 8 Rahasia untuk Mencapai Karir Yang Sukses

Perhatikan konsumsi makanan dan camilan kamu selama di tempat kerja. Well, coklat, gorengan, minuman bersoda, dan ice cream memang jadi guilty pleasure buat sebagian orang. Tapi, penting bagi kamu untuk mengimbangi dengan makanan sehat seperti sayur, buah, dan juga air putih. Karena zat-zat baik yang terkandung di dalamnya akan membuat tubuhmu  tetap sehat. Tubuh yang sehat tentu akan membuatmu semangat bekerja.


7. Tumbuhkan rasa cinta pada pekerjaan

Apapun pekerjaanmu berusahalah untuk melakukannya dengan cinta. Karena mustahil kamu menikmati pekerjaanmu jika kamu ga ikhlas melakukannya. So, cobalah bangun perasaan cintamu pada pekerjaanmu saat ini dan  temukan hal-hal yang menyenangkan.

8. Tumbuhkan komitmen pada pekerjaan

Ibarat hubungan pacaran, cinta saja tak cukup tanpa sebuah komitmen! Kamu juga perlu menumbuhkan komitmen yang tinggi pada pekerjaanmu. Komitmen penting untuk menghasilkan hasil kerja yang memuaskan. Komitmenmu juga membuatmu akan bertahan sekaligus bahagia dengan pekerjaanmu.

9. Buat rencana kerja sesuai jadwal

Siapkan buku khusus untuk perencanaan kerja yang sesuai dengan jadwalmu yang sibuk. Misalnya, apa yang harus kamu kerjakan, jam berapa selesai bekerja, kapan waktunya nge-gym, ke salon dan lain-lain. Gunanya, tentu saja agar kamu bisa membagi waktu untuk semua kegiatanmu, termasuk kegiatan di tempat kerja. So, in the end, semuanya nggak akan berantakan di tengah jalan. Jika jadwalmu berantakan bagaimana kamu bisa bahagia?

10. Refleksikan apa yang telah kamu lakukan seharian penuh

Berakhirnya jam kerja bukam berarti berakhir pula tugasmu! Justru itu adalah momen paling penting untuk kamu mempersiapkan dirimu kembali ke tempat kerja besok. Caranya? Tentu saja evaluasi semua yang kamu lakukan, pikirkan dan rasakan selama di tempat kerja hari ini. Apakah seharian ini kamu telah melakukan yang terbaik.  Bagaimana kerjasamamu dengan rekan-rekan. Hal positif apakah yang sudah kamu berikan?  Selain memotivasimu, hal ini juga akan memberimu kesempatan pada hal-hal yang tidak kamu sadari sebelumnya.

So, ladies, ga ada lagi alasan lagi untuk tidak bahagia di tempat kerja ya? Do the best, dan nikmati pekerjaanmu. Namun, jangan lupa untuk menikmati waktumu di luar jam kerja ya! Bertemu sahabat, melakukan perawatan, ngedate dengan kekasih atau apapun yang bisa menjadi booster hari-harimu. So, Good luck and be happy all the time and everywhere!

Sumber

Baca artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Jumat, 10 Mei 2019

Jika Karir Mandeg, Apa yang Harus Dilakukan?

Apakah anda sudah bekerja lebih dari lima tahun tapi masih duduk di kursi yang sama, dengan bos yang sama dan perkerjaan yang sama?

Jika ya,bisa dibilang karir anda mandeg atau jalan di tempat.

Ya, meskipunanda merasa nyaman dan merasa perkerjaan itu baik, tapi anda tak menyadaribahwa anda telah terjebak dalam kondisi yang stagnant alias tanpa kemajuan.

Lalu apayang sebaiknya dilakukan jika karir mandeg? Coba perhatikan hal berikut:

# Pindah divisi lain

Jika andabekerja untuk sebuah perusahaan besar yang terbuka untuk pergeseran horizontal,anda mungkin dapat pindah ke divisi lain yang lebih banyak memiliki kesempatan.

# Bicara pada bos

Mungkin bosanda bisa memberi solusi atas mandegnya karir anda. Bisa jadi bos akan mengevaluasi performa kerja anda selama ini. Maka jangan takut  menghadap bos untuk membahas masalah anda. Karena bisa jadi, mandegnya karir anda karena anda tidak kreatif alias pasrah dengan posisi yang itu-itu saja.

#Pertimbangkan beberapa pilihan lain di luar perusahaan anda

Mungkin anda perlu informasi peluang lain, di luar perusahaan anda. Jangan ragu untuk mencoba peluang baru yang lebih menantang. Daripada karir anda hanya jalan di tempat, siapa tahu di tempat lain anda bisa berkembang lebih baik. Jika anda tak mencobanya, anda tak akan pernah tahu hasilnya  bukan?

Kunci dari itu semua adalah keberanian mencoba hal baru dan komunikasi yang tepat. Nah sudah siapkah anda untuk mencapai karir yang lebih baik? 

Sumber

Baca artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Kamis, 09 Mei 2019

Bagaimana Agar Karir Cepat Menanjak?

Siapapun ingin mengalami peningkatan dalam karirnya. Karena itu apapun akan diusahakan agar karirnya terus menanjak. Namun, bukanlah hal mudah untuk mencapai puncak karir. Dibutuhkan perjuangan yang lebih keras, dari sekedar bekerja.

Tapi, jangan khawatir. Tidak ada hal yang mustahil di dunia ini. Coba perhatikan tips berikut:


# Selalu menunjukkan rasa berterima kasih dan bersyukur

Jika anda melakukan hal yang baik atau mendapatkan hal-hal yang baik maka anda akan mengucap terima kasih. Hal inilah yang menunjukkan anda merasa bersyukur dengan hal-hal yang ada di sekitar anda.

# Pertahankan reputasi profesional

Baca juga: Jika Karir Tak Sesuai Minat dan Bakat

Jangan menghilangkan hubungan dengan orang-orang yang dulunya bekerja sama dengan anda. Karena anda tidak akan pernah tahu bahwa bisa saja ia menjadi seseorang yang sangat berpengaruh dalam bisnis anda ke depan.

# Memikirkan hal positif

Tidak peduli  seberapa kecil  hal yang anda lakukan, cobalah instropeksi diri. Kembangkan hal positif yang telah anda lakukan dan buang hal negatif.

# Pancarkan keyakinan

Jadilah pribadi yang percaya  diri. Karena kepercayaan diri bisa memacu munculnya kepercayaan orang lain terhadap diri anda. 

# Selalu belajar

Teruslah menambah pengetahuan anda. Seberapapun pintar dan suksesnya anda, jangan pernah berhenti belajar. Karena akan selalu ada hal-hal baru yang dapat menunjang kesuksesan anda.

# Jangan ragu bertanya

Bila anda mempunyai masalah yang menjadi hambatan pekerjaan, jangan malu untuk bertanya tentang bagaimana masalah yang anda hadapi. Bertanyalah pada orang-orang yang bisa mengatasi masalah anda. Misalnya rekan kerja yang senior atau pada pimpinan anda.

Baca juga: 5 Tips Sederhana untuk Tetap Berkembang ketika Karir Berubah

# Dekatkan diri pada atasan

Cara ini merupakan strategi untuk mendapatkan karir yang bagus dalam pekerjaan anda. Jangan takut dianggap cari muka. Jika anda dapat mengambil manfaat positif dengan mendekati bos, kenapa tidak?

Jika anda terus berusaha ke arah yang lebih baik, bukan tidak mungkin anda akan berada di puncak karir. Jangan lupa untuk selalu rendah hati. 

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Rabu, 08 Mei 2019

Ingin Sukses Berkarir? Coba Belajar dari Politik

Banyak cara untuk menggapai sukses di dunia kerja. Termasuk dari para pelaku politik. Mungkin anda akan tertawa mendengarnya. Apa hubungannya antara karir dan politik?

Anda bisa menerapkan ke dunia kerja, bagaimana para politikus itu memainkan perannya di panggung politik. Tentu, ambil sisi positifnya ya. Jangan ditiru mereka yang bermain kasar. Cukup dengan ‘bermain manis’ dan fair.

Sukses berpolitik pada dasarnya adalah bagaimana anda bisa dengan cepat dan tanggap membaca situasi. Dan cepat memposisikan diri di lingkungan kerja, baik terhadap bos maupun rekan-rekan kerja.

Untuk lebih jelasnya, berikut  ini adalah tips bagaimana agar sukses berpolitik di dunia kerja:

# Cermati kawan dan lawan

Baca juga : 8 Rahasia untuk Mencapai Karir Yang Sukses

Politikus selalu paham siapa kawan yang bisa memberi dukungan, siapa lawan yang siap menghancurkan. Dan lawan inilah yang harus dikalahkan. Mereka selalu memantau setiap kegiatan partai lain agar tak salah langkah. Dengan mengetahui seberapa jauh kekuatan tim lawan, mereka bisa menyusun strategi untuk menghadapinya. Tak beda jauh dengan politik, langkah pertama untuk mencapai sukses di kantor adalah mengenal perusahaan tempat anda bernaung dan individu-individu yang berada di dalamnya. Cobalah untuk memperhatikan cara kerja rekan lain. Pelajari kelebihan dan kekurangan setiap orang. Setelah itu, cobalah mengatur strategi agar anda lebih unggul darinya. Misalnya si A yang tak terlalu pintar, selalu bisa mengambil hati si bos dengan selera humornya. Nah, anda bisa belajar darinya. Kalau selama ini anda terlalu kaku, cobalah bersikap cair di depan si bos. Tunjukkan kalau anda juga memiliki selera humor yang baik. 

# Dekati tokoh berpengaruh

Untuk mencapai sukses, para politikus biasanya tak segan menggandeng orang-orang yang memiliki pengaruh, seperti pejabat dan public figure. Apakah hal ini berlaku di dunia kerja? Ya, orang-orang berpengaruh memiliki  peran dalam kesuksesan karir anda. Cobalah perhatikan siapa saja para atasan atau tokoh-tokoh lain yang memiliki pengaruh baik dalam hal pekerjaan maupun pergaulan sosial. Setelah itu, amati gaya komunikasi, networking dan tipe proposal seperti apa yang sering mereka setujui.  Usahakan untuk melakukan apa yang mereka sukai untuk menarik perhatian mereka.

# Pahami tujuan

Para politikus akan mencari partai yang memiliki visi dan misi selaras dengan visi misi pribadinya dan bergerak untuk mencapai tujuan. Dalam dunia kerja, anda pun harus paham dengan tujuan pribadi anda Dengan begitu, anda tak akan tergelincir melakukan hal-hal yang akan menggagalkan langkah anda. Kalau anda terlibat konflik dengan rekan kerja, tak perlu bersikap defensive. Cobalah untuk menyelesaikan masalah secara obyektif. Tunjukan bahwa anda mengutakan kepentingan perusahaan daripada kepentingan pribadi. Ketika masalah selesai, atasan akan melihat anda sebagai pribadi matang dan penuh strategi. Di lain waktu, ia akan memercayai anda untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar.

# Tak ada teman yang abadi

Dalam dunia politik, mereka  cenderung memikirkan kepentingan dan keuntungan diri sendiri. Sebenarnya di dunia kerja pun berlaku hal ini. Setiap orang memikirkan kesuksesannya masing-masing. Oleh karena itu, usahakan tidak memihak kelompok tertentu di dalam kantor, meskipun anda menyukai salah satunya. Tempatkan setiap kelompok dalam level komunikasi yang sama. Sikap netral anda akan membuat anda dipercaya oleh berbagai pihak dan menyelamatkan anda dari konflik.

Baca juga : 7 Tips Karir Tanpa Peduli Usia

# Penuh strategi

Dunia politik tentu sarat dengan persaingan. Apa pun akan dilakukan untuk menang. Saling menjatuhkan adalah hal biasa. Namun di depan public mereka bisa saling akrab dan melempar senyum. Bagaimana dengan di dunia kerja? Anda mungkin pernah berdebat hebat dengan rekan kerja di ruang rapat. Urusannya murni pekerjaan. Jadi setelah keluar dari ruang rapat, tak perlu perseteruan itu diteruskan. Rekan kerja kembali  menjadi teman yang bisa diajak makan siang bersama. Sikap anda yang bisa memisahkan antara pekerjaan dan personal akan membuat anda terlihat matang dan professional. Dan bisa dipertimbangkan untuk menduduki posisi lebih tinggi oleh si bos.

Nah bagaimana? Apakah anda tertarik mencoba trik politik sebagai acuan kemajuan karir anda? Selamat mencoba..! 

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Selasa, 07 Mei 2019

Manfaat Pengembangan Karir Dalam Perusahaan

Selama ini perusahaan yang besar dikenal sebagai perusahaan yang berani menjamin kehidupan yang lebih baik untuk para karyawannya. Namun itu bukan berarti  kesuksesan dibebankan pada perusahaan semata. Karyawan  juga berperan penting dalam pengembangan perusahaan.

Bentuk tanggung jawab karyawan dapat ditampilkan dengan selalu mengembangkan karirnya. Perusahaan yang baik tentu akan memberikan fasilitas dan sarana terbaik demi mendapatkan karyawan yang berprestasi. Keduanya harus berkesinambungan dengan baik demi kesuksesan kedua belah pihak.

Maka tak heran jika perusahaan-perusahaan besar terus melakukan pengembangan karyawan dalam proses kemajuan. Lalu apa manfaat pengembangan karyawan bagi perusahaan?

Berikut manfaat dari pengembangan karyawan baik bagi karyawan itu sendiri maupun bagi perusahaan:

Tujuan diri dan karyawan tercapai

Baca juga : 8 Rahasia untuk Mencapai Karir Yang Sukses

Dengan melakukan pengembangan tentu karyawan akan semakin lebih baik. Hal tersebut juga akan berimbas pada citra dan karir dalam perusahaan. Oleh karena itu, keduanya harus terus memperbaiki diri. Dengan begitu baik tujuan individu karyawan dan tujuan dari perusahaan akan sama-sama tercapai.

Karyawan jadi mengerti passion

Dengan terus melakukan pengembangan sama saja dengan terus memperbaiki diri. Dari perbaikan diri tentu karyawan akan menjadi lebih mengenal siapa dirinya. Anda pun akan lebih tahu bagaimana kemampuan dan bakat yang dimiliki. Sehingga karyawan akan bekerja lebih baik.

Menjamin kesejahteraan

Perusahaan sebaiknya memberikan keleluasaan untuk karyawan dalam mengembangkan karir. Tentu keleluasaan tersebut harus diseimbangkan dengan persyaratan yang harus dipenuhi. Langkah ini juga dimaksudkan sebagai bentuk penjaminan kesejahteraan karyawan oleh perusahaan. Dengan begitu loyalitas karyawanpun meningkat.

Relasi karyawan dan perusahaan meningkat

Pengembangan karir yang dilakukan juga akan memberikan dampak yang baik bagi hubungan perusahaan dan karyawan. Dengan begitu kekompakan dan kesolidan pun akan terjaga. Sehingga bukan hal yang sulit untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

Menstabilkan partisipasi karyawan dalam program

Setiap perusahaan pasti memiliki program tertentu guna mewujudkan kesuksesan. Namun program yang hebat tidak akan ada artinya jika tidak ada dukungan dari karyawannya. Oleh karena itu, pengembangan karir perlu terus dilakukan supaya tujuan dari program tercapai dengan baik.

Baca juga : 7 Tips Karir Tanpa Peduli Usia

Biaya SDM menjadi efektif

Dengan melakukan pengembangan karir tentu kualitas dari kinerja karyawan yang bersangkutan pun akan meningkat. Peningkatan ini tentu akan meningkatkan kinerja perusahaan pula. Sehingga dapat menekan biaya SDM dan jauh lebih efektif.

Iklim kerja lebih sehat

Iklim kerja yang positif tentu akan semakin menambah semangat karyawan dalam bekerja. Tak hanya itu, mental sehat para pekerja pun akan terwujud. Sehingga bukan hal yang sulit bagi perusahaan untuk mewujudkan kesuksesannya. Oleh karena itu, pengembangan karir perlu dilakukan terus menerus dilakukan.

Hal yang paling penting adalah selalu belajar dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalaj. Karena sesungguhnya persoalan datang untuk menjadikan diri lebih baik dan semakin berkualitas dalam hidup.

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Senin, 06 Mei 2019

Ingin Sukses dalam Karir? Asah Kecerdasan Emosional Anda

Kecerdasan emosi adalah satu kata kunci yang sangat menentukan jalan kesuksesan bagi anda baik dalam karir, bisnis maupun dalam kehidupan pribadi.

Kecerdasan emosi adalah satu kata kunci yang sangat menentukan jalan kesuksesan bagi anda baik dalam karir, bisnis maupun dalam kehidupan pribadi. Dengan pengelolaan emosi yang baik, anda dapat menentukan keputusan apa yang harus anda ambil dan tahu apa yang harus anda hindari.

Daniel Goleman dalam bukunya yang berjudul Emotional Intelligence - Why it Can Matter More Than IQ, menyebutkan disamping Kecerdasan Intelektual (IQ) ada kecerdasan lain yang membantu seseorang sukses yakni Kecerdasan Emosional (EQ). Bahkan secara khusus dikatakan bahwa kecerdasan emosional lebih berperan dalam kesuksesan dibandingkan kecerdasan intelektual. Sebuah studi bahkan menyebutkan IQ hanya berperan 4%-25% terhadap kesuksesan dalam pekerjaan. Sisanya ditentukan oleh EQ atau faktor-faktor lain di luar IQ tadi.
Jika kita melihat dunia kerja, maka kita bisa menyaksikan bahwa seseorang tidak cukup hanya pintar di bidangnya. Dunia pekerjaan penuh dengan interaksi sosial di mana orang harus cakap dalam menangani diri sendiri maupun orang lain. Orang yang cerdas secara intelektual di bidangnya akan mampu bekerja dengan baik. Namun jika ingin melejit lebih jauh, dia membutuhkan dukungan rekan kerja, bawahan maupun atasannya. Di sinilah kecerdasan emosional membantu seseorang untuk mencapai keberhasilan yang lebih jauh.

Bahkan kenyataannya, seseorang dengan nilai IPK yang tinggi sekalipun dan datang dari universitas favorit tidak selalu menjadi pilihan yang terbaik untuk direkrut. Ada kalanya orang yang pintar secara intelektual kurang memiliki kematangan secara sosial.

Orang seperti ini bisa jadi sangat cerdas, memiliki kemampuan analisa yang kuat, serta kecepatan belajar yang tinggi. Namun jika harus bekerja sama dengan orang lain dia kesulitan. Atau jika dia harus memimpin maka akan cenderung memaksakan pendapatnya serta jika harus menjadi bawahan punya kecenderungan sulit diatur.

Orang seperti ini mungkin akan melejit jika bekerja pada bidang yang menuntut keahlian tinggi tanpa banyak ketergantungan dengan orang lain. Namun kemungkinan besar dia akan sulit bertahan pada organisasi yang membutuhkan kerja sama, saling mendukung dan menjadi sebuah ”super team" bukan “super man”.

Namun, tentu saja  tidak semua orang yang cerdas secara intelektual memiliki karakter seperti itu. Dan bukan berarti pula kecerdasan intelektual tidak penting. Dalam dunia kerja kecerdasan intelektual menjadi sebuah prasyarat awal yang menentukan level kemampuan minimal tertentu yang dibutuhkan.

Sebagai contoh beberapa perusahaan mempersyaratkan IPK mahasiswa minimal 3.0 atau 2.75 sebagai syarat awal pendaftaran. Hal ini kurang lebih memberikan indikasi bahwa setidaknya kandidat tersebut telah belajar dengan baik di masa kuliahnya dulu.

Baca juga : 8 Rahasia untuk Mencapai Karir Yang Sukses

Setelah syarat minimal tersebut terpenuhi, selanjutnya kecerdasan emosional akan lebih berperan dan dilihat lebih jauh dalam proses seleksi. Apakah dia punya pengalaman yang cukup dalam berorganisasi? Apakah calon tersebut pernah memimpin atau dipimpin? Apa yang dia lakukan ketika menghadapi situasi sulit? Bagaimana dia mengelola motivasi dan semangat ketika dalam kondisi tertekan? Dan banyak hal lagi yang akan diuji.

Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan seseorang menangani beban kerja, stres, interaksi sosial, pengendalian diri, menjadi kunci penting dalam keberhasilan. Seseorang yang sukses dalam pekerjaan biasanya adalah orang yang mampu mengelola dirinya sendiri, memotivasi diri sendiri dan orang lain, dan secara sosial memiliki kemampuan dalam berinteraksi secara positif dan saling membangun satu sama lain. Dengan cara ini orang tersebut akan mampu berprestasi baik sebagai seorang individu maupun tim.

Karakteristik orang yang sukses dalam pekerjaan

Jika kita melihat orang yang sukses dalam pekerjaan, ada beberapa karakteristik umum yang mirip satu sama lain:

# Bekerja dengan sepenuh hati dan riang

# Memiliki prestasi dalam pekerjaan sebagai individu dan tim

# Mampu mengelola konflik

# Mampu menghadapi dan menjalankan perubahan

# Memiliki empati terhadap atasan, bawahan dan rekan kerja

# Mampu membaca dan mengenali emosi diri sendiri maupun orang lain serta mengambil tindakan yang tepat dalam menanganinya

Baca juga : 7 Tips Karir Tanpa Peduli Usia

Maka hampir semua daftar di atas akan dimiliki oleh orang yang cerdas secara emosional. Khusus untuk item nomor dua diperlukan kecerdasan intelektual yaitu bagaimana seseorang bisa menjadi ahli di bidangnya. Memiliki pengetahuan dan skill yang mumpuni agar bisa berprestasi secara individu.

Selanjutnya kecerdasan emosional akan membantu anda berprestasi baik sebagai tim, rekan kerja, bawahan maupun atasan. Nah anda yang ingin sukses dalam karir dan kehidupan pribadi, asah terus kepekaan emosional anda ya. Seberapapun pintarnya anda, jika anda tak bisa berempati, bersimpati bahkan merasa selalu benar, jangan harap anda akan disukai dalam pergaulan. Jika anda tak disukai tentu akan semakin sulit untuk maju.

Sumber

Artikel yang tidak boleh dilewatkan di bawah ini:

Nyalakan semangatmu !

Hai sahabat, bagaimana kabarnya? Semoga sehat dan baik selalu ya. Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini memang sangat berpengaruh bagi ...